Rabu, 30 Juli 2014 / 2 Syawal 1435
NEWS TICKER
Foto Pelajar Pose Seronok Beredar di Slogohimo »  Walah….Video Saru Oknum Guru SD Ada Tiga Versi »  Beredar Video saru Oknum Guru SD Lemahbang Kismantoro »  Ternyata Oknum Polisi dan Guru SD Yang Tertangkap Basah Selingkuh Di Videokan »  Dua Mayat Perempuan Penuh Luka Gemparkan Warga Perbatasan Wonogiri-Pacitan »  Nita dan Atun Dua Biduan Panggung Lintas AKAP »  Foto Seronok Pelajar Siswi SMP Beredar di Baturetno »  Walah…Oknum Polisi dan Guru Tertangkap Basah Mesum Di Tepi Sungai »  70 anak remaja Ikuti Sunatan Masal »  Disiapkan 190 Armada Bus Untuk Mudik Gratis Lebaran Tahun 2013 »  Bencana Alam : Tanah Longsor Di Kec.Giriwoyo »  Foto Skandal ” Ah – Uh ” Penyanyi Campursari Beredar Di Slogohimo »  Akhirnya Pasangan Mesum Di Hutan Jati Donoloyo Terungkap »  Dua Siswi SMK 6 Jatisrono Jadi Korban Pembunuhan Di Perbatasan »  Pelaku Pembunuhan Dua Wanita Terungkap Asal Kismantoro »  Pabrik Jamu Mebutuhkan Ribuan Ton Empon Pertahun »  Binatang Buas Misterius Yang Memangsa Puluhan Domba, Tertangkap Mati Dibunuh Santri Bulukerto »  Hebohnya Penggerebegan Adegan Pasangan Selingkuh Di Hutan Donoloyo »  Heboh! Diduga Foto Bugil Kapolsek, Bikin Gempar Wonogiri »  Lakalantas di Plinteng Semar Wonogiri Kota, 1 Orang Tewas » 
 
Home » News » Tarling Di Karangtengah H Danar Rahmanto Menjadi Mubalig
NEWS

Tarling Di Karangtengah H Danar Rahmanto Menjadi Mubalig

Rabu, 1 Agustus 2012 / 13 Ramadhan 1433 - 258 Kunjungan

Bupati membagikan beassiwa utk anak anak dan orang tua di Karangtengah

infowonogiri.com – KARANGTENGAH – Taraweh keliling (Tarling) di Kecamatan Karangtengah, Senin (30/7) menjadi momen yang paling istimewa dari pada Tarling yang pernah dilaksanakan Bupati Wonogiri sejak awal puasa Ramadhan tahun ini.

Pasalnya Bupati H Danar Rahmanto didapuk mendadak menjadi penceramah. Sebab penceramah yang dijadwalkan tidak hadir. Meski demikian, H Danar Rahmanto tampak senang, bahkan terlihat fasih dan menjadi mubaligh.

Taraweh digelar di masjid Al Hidayah Desa Temboro Kecamatan Karangtengah. Imam shalat isya dan taraweh dipimpin oleh Drs Munawir Msi, penyuluh fungsional Kementrian Agama Kabupaten Wonogiri.

Sebut Wawan Setya Nugraha Nyalon DPR RI
Mengawali ceramahnya, Bupati mendahului dengan mengenalkan rombongannya satu persatu.  Ada Ketua DPRD Wonogiri Wawan Setya Nugraha Ssos. Wawan disebutkan pada 2014 mendatang akan nyaleg DPR RI. “Kalau Wonogiri punya anggota DPR RI bisa menurunkan anggaran untuk membangun jalan di wilayah Karangtengah,” katanya.

Bupati juga mengenalkan Wakil Bupati Yuli Handoko. “Wakil Bupati kita masih bujang. Kemana-mana sendirian,” katanya disambut gelak tawa hadirin. “Nah yang ini anggota DPRD dari Karangtengah pasti sudah kenal, Indun Suyitno,” ujarnya. Indun adalah utusan dari Partai Gerindra.

Polwan Kapolres asal Singaraja Bali juga dikenalkan. “Ibu Kapolres Ni Kethut Swastika SIK,” kata Bupati dengan dialek dan logat Bali, tentu hadirin juga tertawa-terbahak bahak sejenak. Asisten Bidang Ekonomi pembangunan Bambang Haryadi SH.MH juga dikenalkan, serta pejabat lainnya.

Di Indonesia Banyak Lahir Ahli tafsir
Setelah habis dikenalkan semuanya, Bupati berceramah agama. Topik tawakkal. Setiap manusia wajib bertawakal kepada Allah dengan sungguh-sungguh dan ikhlas. Perasan dan pikirannya serta seluruh kekuatan dicurahkan untuk melaksanakan perintah Allah.

Hakekat hidup adalah beribadah. Konsep ibadah sirri (tidak terdengar). “Apakah kita dekat dan cinta kepada Allah atau tidak, hanya bisa diukur oleh diri kita masing masing. Bukan oleh orang lain,” ujarnya. Untuk mengukurnya, yang paling  gampang adalah, bergetar ketika mengingat Allah.

Bergetar ketika membaca Al Quran. “Waktu membaca shalawat, bergetar. Membaca sahadat begetar. Membaca al fatehah bergetar jiwa kita. Waktu kita melaksanakan shalat, setiap ayat yang kita baca selama shalat bisa membuat hati kita terguncang, menangis, ” katanya.

Diterima atau tidak ibadah kita adalah urusan Allah. Bukan urusan kawulanya. Bupati saat ini, di Indonesia banyak yang mengaku sebagai ahli sunnah waljamaah. Dan mengganggap yang lain bukan ahlu sunah. Hal semacam itu Bupati meminta agar masyarakat Karangtengah menghindari.

Sebab hal itu bisa memecah persatuan dan kesatuan umat. Yang penting, menurut Bupati selagi kitab Al Qurannya sama, Nabinya sama, maka tidak perlu diperdebatkan. Apalagi memperolok satu sama lain.

Di Indonesia banyak bermunculan ahli fikih, ahli ilmu dan ahli tafsir. Nah yang paling banyak, di Indonesia muncul ahli tafsir. Sehingga banyak penafsiran terhadap ayat ayat Allah. Kemudian menganggap orang lain yang berbeda dengan penafsirannya dianggap keliru. [bagus@infowonogiri.com]

Posting Terkait

Comment

Your email will not be displayed.


*