Selasa, 29 Juli 2014 / 1 Syawal 1435
NEWS TICKER
Foto Pelajar Pose Seronok Beredar di Slogohimo »  Walah….Video Saru Oknum Guru SD Ada Tiga Versi »  Beredar Video saru Oknum Guru SD Lemahbang Kismantoro »  Ternyata Oknum Polisi dan Guru SD Yang Tertangkap Basah Selingkuh Di Videokan »  Dua Mayat Perempuan Penuh Luka Gemparkan Warga Perbatasan Wonogiri-Pacitan »  Nita dan Atun Dua Biduan Panggung Lintas AKAP »  Foto Seronok Pelajar Siswi SMP Beredar di Baturetno »  Walah…Oknum Polisi dan Guru Tertangkap Basah Mesum Di Tepi Sungai »  70 anak remaja Ikuti Sunatan Masal »  Disiapkan 190 Armada Bus Untuk Mudik Gratis Lebaran Tahun 2013 »  Bencana Alam : Tanah Longsor Di Kec.Giriwoyo »  Foto Skandal ” Ah – Uh ” Penyanyi Campursari Beredar Di Slogohimo »  Akhirnya Pasangan Mesum Di Hutan Jati Donoloyo Terungkap »  Dua Siswi SMK 6 Jatisrono Jadi Korban Pembunuhan Di Perbatasan »  Pelaku Pembunuhan Dua Wanita Terungkap Asal Kismantoro »  Pabrik Jamu Mebutuhkan Ribuan Ton Empon Pertahun »  Binatang Buas Misterius Yang Memangsa Puluhan Domba, Tertangkap Mati Dibunuh Santri Bulukerto »  Hebohnya Penggerebegan Adegan Pasangan Selingkuh Di Hutan Donoloyo »  Heboh! Diduga Foto Bugil Kapolsek, Bikin Gempar Wonogiri »  Lakalantas di Plinteng Semar Wonogiri Kota, 1 Orang Tewas » 
 
Home » Kriminal » Sepasang Remaja Seusia Pelajar Digrebeg Saat Mesum Di Rumah
KRIMINAL

Sepasang Remaja Seusia Pelajar Digrebeg Saat Mesum Di Rumah

Kamis, 21 Juli 2011 / 19 Sya'ban 1432 - 691 Kunjungan

infowonogiri.com-WONOGIRI-Ini aksi yang tidak perlu ditiru. Sepasang remaja seusia pelajar SMP dan SMA di Sidoharjo diduga mesum di dalam kamar di siang bolong, Kamis (21/7/11) di Dusun Godokidul Kebonagung Kecamatan Sidoharjo. Mereka adalah Agns (15) wanita asal warga Dusun Godokidul dan Ekp (17) warga Dusun Karanglo Desa Sempukerep Kecamatan Sidoharjo.

Apesnya, aksi percintaan keduanya diketahui warga tetangganya, lalu warga menggrebegnya. Ekp berusaha kabur melarikan diri dengan sepeda motornya. Namun gagal kabur, sebab sepeda sudah dalam keadaan dirantai oleh pemuda setempat. Sementara Agns berusaha menghilangkan barang bukti sprei kasur kamarnya disembunyikan, namun diketahui kasur tanpa spresi basah.

Kronologisnya, Agns hari itu ada di dalam rumah sendirian. Orang tuanya pergi bekerja bertani ke ladang atau sawah. Sekitar pukul 09.30 ada seorang lelaki datang dan masuk ke dalam rumah Agns. Lelaki berinisilah Ekp itulah yang diduga bergumul dengan Agns di dalam rumah. Sesaat setelah masuk, pintu rumah dikunci dari dalam.Aksi itu diketahui oleh dua orang saksi warga setempat, yakni Warto Petruk dan Paidi. Kemudian keduanya menghubungi pemuda warga setempat. Sebelum menggrebeg, warga mencoba mengintai dari balik dinding luar rumah. Setelah dipastikan keduanya berada dalam kamar, sekitar  pukul 10.00 warga menggrebegnya. Pemuda setempat bernama Dwi Gawok melaporkan ke polisi.

“Yang laki laki keluar melarikan diri, tapi kontaknya berhasil direbut dan sepeda motornya juga sudah dirantai pada cakramnya sehingga motor mio tidak bisa jalan. Satu orang pemuda setempat melaporkan ke Pak Rusito anggota Polsek Sidoharjo,” terang Lardi (35) tokoh pemuda setempat. Keduanya kemudian diseret ke Polsek Sidoharjo.
Kapolres Wonogiri AKBP Ni Ketut Swastika melalui Kapolsek Sidoharjo AKP Untung Sunyoto membenarkan adanya peristiwa penggrebegan itu. Pihak kepolisian saat itu juga langsung mengambil langkah mengamankan kedua pelaku dan mengamankan suasana Dusun setempat. “Masih kita mintai keterangan dan dibuatkan berita acara pemeriksaan (BAP),” katanya.

Kedua orang tua kedua remaja itu juga dipanggil ke Mapolsek. Orang tua Agns yakni berinisial Sul dan Sum. Rumah tangga Sul dan Sum telah bercerai. Agns adalah anak tunggal tinggal bersama ibunya saja Sum. Sul telah menikah lagi. Kepala Desa Kebonagung Bagyo Suranto dan Kades Sempukerep Parjo datang ke kantor Polsek mendampingi warganya.

Kepala Desa Kebonagung sudah dikonfirmasi, namun dia belum berkenan memberikan keterangan. Alasannya sedang rapat. Sedangkan Kepala Desa Sempukerep Parjo mengaku tidak tahu. ‘Saya posisinya sedang rapat di Kecamatan,” katanya.

Sementara Lardi mengatakan, langkah yang ditempuh warga tidak salah. Pemuda setempat tidak bertindakan anarkis, apalagi main hakim sendiri. “Penggrebegan tadi, tidak terjadi pengeroyokan. Semua berjalan aman, karena cukup menggemparkan sehingga mengundang masa banyak,” katanya. Tujuan warga tidak lain dalam rangka menjaga keamaan dan ketertiban lingkungan. (bagus@infowonogiri.com)

Incoming search terms:

Posting Terkait

Comment

Your email will not be displayed.


*