Jumat, 25 Juli 2014 / 27 Ramadhan 1435
NEWS TICKER
Foto Pelajar Pose Seronok Beredar di Slogohimo »  Walah….Video Saru Oknum Guru SD Ada Tiga Versi »  Beredar Video saru Oknum Guru SD Lemahbang Kismantoro »  Ternyata Oknum Polisi dan Guru SD Yang Tertangkap Basah Selingkuh Di Videokan »  Dua Mayat Perempuan Penuh Luka Gemparkan Warga Perbatasan Wonogiri-Pacitan »  Nita dan Atun Dua Biduan Panggung Lintas AKAP »  Foto Seronok Pelajar Siswi SMP Beredar di Baturetno »  Walah…Oknum Polisi dan Guru Tertangkap Basah Mesum Di Tepi Sungai »  70 anak remaja Ikuti Sunatan Masal »  Disiapkan 190 Armada Bus Untuk Mudik Gratis Lebaran Tahun 2013 »  Bencana Alam : Tanah Longsor Di Kec.Giriwoyo »  Foto Skandal ” Ah – Uh ” Penyanyi Campursari Beredar Di Slogohimo »  Akhirnya Pasangan Mesum Di Hutan Jati Donoloyo Terungkap »  Dua Siswi SMK 6 Jatisrono Jadi Korban Pembunuhan Di Perbatasan »  Pelaku Pembunuhan Dua Wanita Terungkap Asal Kismantoro »  Pabrik Jamu Mebutuhkan Ribuan Ton Empon Pertahun »  Binatang Buas Misterius Yang Memangsa Puluhan Domba, Tertangkap Mati Dibunuh Santri Bulukerto »  Hebohnya Penggerebegan Adegan Pasangan Selingkuh Di Hutan Donoloyo »  Heboh! Diduga Foto Bugil Kapolsek, Bikin Gempar Wonogiri »  Lakalantas di Plinteng Semar Wonogiri Kota, 1 Orang Tewas » 
 
Home » Kuliner » Intip – Panganan Khas Wonogiri. Dulu sisa makanan, kini cemilan gurih bernilai ekonomi tinggi
KULINER

Intip – Panganan Khas Wonogiri. Dulu sisa makanan, kini cemilan gurih bernilai ekonomi tinggi

Jumat, 1 Juli 2011 / 29 Rajab 1432 - 2149 Kunjungan

infowonogiri.com-WONOGIRI-Kata “intip” bukan berarti mengintai/mengintip. Bukan pula melihat melalui celah, lubang. Intip yang dimaksud disini adalah nama penganan atau makanan khas Wonogiri. Intip awalnya dikenali sebagai sisa mengaru/menanak nasi yang menempel pada dasar panci.
Intip ini biasa oleh para ibu di rendam dan di diamkan tetap menempel di panci sampai beberapa waktu. Baru kemudian dibersihkan jika panci akan digunakan kembali untuk menanak nasi. Karena saking kuatnya intip menempel pada panci, maka untuk memudahkan intip itu terlepas dari panci biasanya direncam air. Bahkan tidak jarang intip ini dibuang untuk makanan itik, ayam atau hewan unggas lainnya.
Namun tidak demikian halnya dengan Hadi Sukatno (60) di tangan beliau intip yang semula di anggap sebagai makanan sisa ini di sulap menjadi cemilan gurih bernilai ekonomi tinggi. Warga  Dusun Pohgede, Desa Mojorno RT 2 RW 2 Sidoharjo Wonogiri ini justru sengaja membuat intip tersebut dan di produksi. Bahan bakunya beras, gula jawa dan garam. Ketrampilan membuat intip itu dilakoni sejak tiga tahun silam. Hadi Sukatno tidak sendirian. Dia dibantu oleh tujuh orang karyawanya. Tentu juga dibantu istri dan anak-anaknya.
Awalnya, Hadi tidak terlalu serius bekerja membuat intip. Bahkan dia mengatakan hanya iseng saja. Namun belakangan ternyata cukup mengahsilkan dan mampu untuk memerbaiki ekonomi keluarganya. Akirnya ia tekuni dengan sungguh-sungguh. Kini ia menganggap usahanya ini sebagai ladang bisnisnya. Hingga saat ini tetap eksis. Kini penganan hasil karyanya ber lebel “Intip Hadi Jaya”. Cara membuatnya realtif mudah. Berikut cara membuatanya. Bahan baku beras dibersihkan, lalu dikaru, lalu dicetak dalam periuk, selanjutnya di oven selama 25 menit. Intip selanjutnya dilepas dari periuk dan dioven lagi sampai kering. Setelah itu dijemur di bawah matahari langsung, kemudian di goreng. Jika menghendaki rasa manis bisa diolesi gula yang sudah direbus.

Intip Hadi Jaya dipasarkan di dalam Kota Wonogiri. Seperti di pasar Wonogiri, Purwantoro, Krisak dan pasar tradisional maupun pasar modern. Bahkan keluar kota Wonogiri, seperti Nganjuk, Surabaya dan bahkan ke Jakarta dan luar Jawa. Intip Hadi Jaya telah mendapatkan ijin dari Departemen Kesehatan Kabupaten Wonogiri. Hadi menerima pesanan baik dalam jumlah sedikit maupun banyak. Per kemasan isi satu dijual seharga hanya Rp.5.000. (ekol-n2i)

 

Incoming search terms:

Posting Terkait

Comment

Your email will not be displayed.


*