Kamis, 21 Agustus 2014 / 24 Syawal 1435
NEWS TICKER
Foto Pelajar Pose Seronok Beredar di Slogohimo »  Walah….Video Saru Oknum Guru SD Ada Tiga Versi »  Beredar Video saru Oknum Guru SD Lemahbang Kismantoro »  Ternyata Oknum Polisi dan Guru SD Yang Tertangkap Basah Selingkuh Di Videokan »  Dua Mayat Perempuan Penuh Luka Gemparkan Warga Perbatasan Wonogiri-Pacitan »  Nita dan Atun Dua Biduan Panggung Lintas AKAP »  Foto Seronok Pelajar Siswi SMP Beredar di Baturetno »  Walah…Oknum Polisi dan Guru Tertangkap Basah Mesum Di Tepi Sungai »  70 anak remaja Ikuti Sunatan Masal »  Disiapkan 190 Armada Bus Untuk Mudik Gratis Lebaran Tahun 2013 »  Bencana Alam : Tanah Longsor Di Kec.Giriwoyo »  Foto Skandal ” Ah – Uh ” Penyanyi Campursari Beredar Di Slogohimo »  Akhirnya Pasangan Mesum Di Hutan Jati Donoloyo Terungkap »  Dua Siswi SMK 6 Jatisrono Jadi Korban Pembunuhan Di Perbatasan »  Pabrik Jamu Mebutuhkan Ribuan Ton Empon Pertahun »  Pelaku Pembunuhan Dua Wanita Terungkap Asal Kismantoro »  Hebohnya Penggerebegan Adegan Pasangan Selingkuh Di Hutan Donoloyo »  Binatang Buas Misterius Yang Memangsa Puluhan Domba, Tertangkap Mati Dibunuh Santri Bulukerto »  Heboh! Diduga Foto Bugil Kapolsek, Bikin Gempar Wonogiri »  Lakalantas di Plinteng Semar Wonogiri Kota, 1 Orang Tewas » 
 
Home » Kuliner » Banyak Produk Wonogiri Belum Berlabel dan Berkemasan
KULINER

Banyak Produk Wonogiri Belum Berlabel dan Berkemasan

Rabu, 30 Mei 2012 / 9 Rajab 1433 - 420 Kunjungan

Pelatihan Mengemas Produk Lokal Berbahan Tepung Wonocaf-Foto:bagus

infowonogiri.com-WONOGIRI-Penduduk Wonogiri banyak yang mampu mengolah makanan khas lokal Wonogiri, namun masih terdapat banyak produk lokal yang belum mempunyai label dan kemasan. Padahal, jika ingin berhasil menembus pasar modern lokal, nasional dan internasional, kemasan dan label menjadi faktor terpenting setelah rasa. Label dan kemasan juga berkaitan dengan “brand” produk lokal.

Brand atau image manakala jelek, maka produkpun jelek, dan menjadi tidak mempunyai nilai jual tinggi.

Itulah salah satu materi pelatihan pengemasan dan labelisasi makanan olahan di balai Desa Sumberejo, Kecamatan Wuryantoro, Wonogiri, Rabu (30/5) siang. Pelatihan digelar oleh Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Diperindagkop UMKM) Wonogiri melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Kabid Perindustrian, Gunawan mengungkapkan, para perajin biasanya hanya mengemas produknya tatkala dipasarkan di luar desa atau daerah lain.

Produk-produk yang telah dipasarkan ke daerah lain terkadang juga dijual dalam bentuk curah. Di kota lain, produk itu dikemas lalu diberi label baru. Hasilnya, produk tersebut menjadi lebih dikenal sebagai produk kota lain.

Karena itu pelatihan bertujuan agar perajin mampu mengemas sendiri produk mereka. Kegiatan itu diadakan di Sumberejo dan Pulutan Wetan, Kecamatan Wuryantoro. Kedua desa dipilih karena merupakan program DBHCHT untuk daerah penghasil tembakau.

Jika sudah dikemas dengan baik, daya saing produk akan meningkat. Adapun untuk menembus toko modern atau supermarket, perajin perlu mencantumkan nomor PIRT (Perusahaan Industri Rumah Tangga). Nomor PIRT itu diperoleh dari Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) dengan rekomendasi dari Dinas Kesehatan.

Kepala Desa Sumberejo, Tardi mengatakan, desanya menjadi salah satu penghasil tembakau. Terdapat 35 petani dan delapan hektare lahan tembakau di desa itu. Pada umumnya, produk makanan olahan yang ada berupa pangsit, donat, onde-onde, keripik tempe, keripik singkong, roti, ampyang, roti, rambak, presto ikan, kerupuk, dan karak. [bagus@infowonogiri.com]

Posting Terkait

Comment

Your email will not be displayed.


*