Sabtu, 2 Agustus 2014 / 5 Syawal 1435
NEWS TICKER
Foto Pelajar Pose Seronok Beredar di Slogohimo »  Walah….Video Saru Oknum Guru SD Ada Tiga Versi »  Beredar Video saru Oknum Guru SD Lemahbang Kismantoro »  Ternyata Oknum Polisi dan Guru SD Yang Tertangkap Basah Selingkuh Di Videokan »  Dua Mayat Perempuan Penuh Luka Gemparkan Warga Perbatasan Wonogiri-Pacitan »  Nita dan Atun Dua Biduan Panggung Lintas AKAP »  Foto Seronok Pelajar Siswi SMP Beredar di Baturetno »  Walah…Oknum Polisi dan Guru Tertangkap Basah Mesum Di Tepi Sungai »  70 anak remaja Ikuti Sunatan Masal »  Disiapkan 190 Armada Bus Untuk Mudik Gratis Lebaran Tahun 2013 »  Bencana Alam : Tanah Longsor Di Kec.Giriwoyo »  Foto Skandal ” Ah – Uh ” Penyanyi Campursari Beredar Di Slogohimo »  Akhirnya Pasangan Mesum Di Hutan Jati Donoloyo Terungkap »  Dua Siswi SMK 6 Jatisrono Jadi Korban Pembunuhan Di Perbatasan »  Pelaku Pembunuhan Dua Wanita Terungkap Asal Kismantoro »  Pabrik Jamu Mebutuhkan Ribuan Ton Empon Pertahun »  Binatang Buas Misterius Yang Memangsa Puluhan Domba, Tertangkap Mati Dibunuh Santri Bulukerto »  Hebohnya Penggerebegan Adegan Pasangan Selingkuh Di Hutan Donoloyo »  Heboh! Diduga Foto Bugil Kapolsek, Bikin Gempar Wonogiri »  Lakalantas di Plinteng Semar Wonogiri Kota, 1 Orang Tewas » 
 
Home » Komunitas » Bahaya Valentine’s Day Bagi Generasi Muda Muslim
KOMUNITAS

Bahaya Valentine’s Day Bagi Generasi Muda Muslim

Minggu, 12 Februari 2012 / 19 Rabiul Uula 1433 - 593 Kunjungan

infowonogiri.com-WONOGIRI-Ratusan remaja muslim Wonogiri berkumpul di masjid Agung Attaqwa Wonogiri, Minggu (12/2) dalam rangka mengikuti Tablig Akbar bertema “Bahaya Valentine’s Day Bagi Generasi Muda Muslim”.

Pengajian ini diselenggarakan oleh Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kabupaten Wonogiri bekerjasama dengan aktifis Pondok Pesantren Ma’had Aly Pokoh Wonoboyo Wonogiri. Hadir sebagai pembicara Dewi Purnawati mantan aktifis Kristen dari Solo.

Pembicara tunggal ini, menyampaikan point penting, bahwa umat islam diharamkan memeringati hari Valentine’s Day (VD) yang jatuh pada tanggal 14 Pebruari 2012. Sebab telah jelas dan tegas VD bukan ajaran Islam, bukan ajaran Nabi Muhammad SAW.

Sebaliknya perayaan VD sesat dan menyesatkan generasi muslim. Jadi, jauhi dan tinggalkan VD. Bahkan sekecil apapun, semisal memberi ucapan selamat VD atau menerima ucapan selamat VD tidak perlu dilakukan.

Dalilnya Al-Quran Surat Al An’am 116. “Jika kamu mengikuti kebannyakan orang orang di muka bumi ini niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain adalah pendustan”.

Sungguh sangat ironis, di Indonesia yang mayoritas beragama Islam kegiatan VD telah membudaya, terutama di kalangan anak muda. Lihat saja generasi muslim banyak yang mengikuti kegiatan VD. Di sisi lain ibadah sunah maupun wajib yang diajarkan islam tidak pernah dikerjakan.

Mau tahu sejarah VD?. Valentine adalah nama seorang Martry (sama dengan Syuhada dalam islam). Karena kesalahannya ia digelari Saint atau Santo (St). Pada 14 Februari 270 Masehi, Valentin dibunuh karena pertentangan dengan Romawi yang dipimpin Raja Claudius II (268-270).

Setelah berlalu, pengikut Valentin memperingati kematiannya dan dinamai hari valentine. Valentine dianggap sebagai simbol keberanian. Sejak abad 16 hingga kini, VD berubah arah menjadi ajang perjamuan arak/khamr dan pesta seks.

VD juga dikaitkan pula dengan kepercayaan orang Eropa yang mengganggap sebagai hari kasih sayang, yang disimbolkan dengan burung jantan dan betina yang sedang birahi serta disimbolkan sebagi perlambang cinta kasih sayang.

Iven Vaelntine adalah ladang dakwah bagi tokoh dan para alim ulama. Baik untuk menjelaskan kepada orang lain atau umat islam sendiri yang mayoritas tidak memahami apa itu VD. Jelaskan dan sampaikan agar umat islam tahu, bahwa VD tidak perlu dilaksanakan.

Ceramah menarik hadirin melontarkan pertanyaan pada sesion tanya jawab. Ronal Adriyanto (19) bertanya, bagaimana menyikapi orang yang mengucapankan VD dengan memberikan bunga?. Jawabanya, tolak dengan cara yang baik, jelaskan bahwa hal itu bukan budaya muslim.

Jika muslim sedang merayakan hari besar Islam, lalu mendapatkan ucapan dan doa dari umat lain, maka tidak perlu menjawabnya. Bila perlu jelaskan bahwa doa itu memang baik akan tetapi tidak akan pernah sampai karena berdoa kepada tuhan yang salah.

Demikian juga, bila kita diberi makanan dari kaum nasrani maka dalam rangka berhati hati, kita harus berani menolak. Tidak perlu sungkan dan malu. Sebab sesungguhnya orang tersebut sedang mernakar keimanan umat Islam.

Umat kristiani mamang dikenal cerdik dan pintar seperti ular dan tulus seperti merpati. Kecerdikan mereka membuat umat Islam pekewuh. Pada hari raya islam mereka seolah turut memeringati, bahkan tidak jarang mereka terlibat langsung. Seolah mereka tolerans.

Namun ketahuilan, toleransi beragama bukan itu. Sesungguhnya toleransi beragama telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Umat islam perlu menjaga diri, berhati-hati, harus mepunya izzah (jati diri). Demokrasi atau toleransi beragama adalah melaksanakan agama sesuai ajarannya.

Bukan umat muslim turut serta terlibat memeringati hari kebesaran umat lain. Juga tidak sebaliknya, mereka memeringati hari raya umat islam. Katakanlah: Wahai orang-orang yang menyangkal kebenaran (kafir)! Aku tidak menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak menyembah apa yang aku sembah. Dan kamu tidak menyembah apa yang aku sembah. Dan kamu pun tidak akan menyembah apa yang aku sembah. Katakanlah untukmu agamamu dan untukku agamaku. QS Al Kafirun. (bagus@infowonogiri.com)

Incoming search terms:

Posting Terkait
  • Wulan says:

    Saya muslim. Masih banyak topik dakwah lain selain VD dan menjelekkan agama lain. Malu. Hai kaum muda, kalian mesti cerdas menyikapi ini. Menjelek2an orang lain hanya akan membuka keburukan kita, umat muslim.

Comment

Your email will not be displayed.


*