Tujuh Orang Tukang Nyimeng Tertangkap

0 175

INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Sebanyak tujuh orang ditangkap polisi lantaran diduga memiliki ,menyimpan, mengedarkan dan atau mengkonsumsi narkotika golongan satu dan obat keras atau golongan G atau yang dikenal dengan istilah ekstasi.

Mereka adalah kasus sabu-sabu Purwanto alias Sipur (29 th) buruh alamat Sigereng Rt 01 Rw 06 Desa Tegalrejo KecamatanPurwantoro. Untuk kasus ekstasi tiga orang yaitu Suwandi Alias Pogol ( 28 Th) buruh SD alamat Wonosari Rt 01 Rw 01 Desa Wonosari, Kecamatan Bonang Kabupaten Demak.

Dwi Purwanto alias Gendong (37 Th/ekstasi) buruh alamat Jatimulyo T 0I/718 Rt 24 Rw 05 Desa Kricak Kecamatan Tegalrejo DI Yogyakarta. Ana Prasetyo alias Gonteng (35 Th/ ekstasi) swasta alamat Jatimulyo TR I/659 Rt 23 Rw 05 Desa Kricak Kecamatan Tegalrejo DI Yogyakarta.

Henry Sinapati Wasidipha Alias Plentuk (40 Th/ sabu-sabu) swasta alamat Jl. Jaksa Agung Suprapto 64 B Rt 03 Rw 01 Desa Mangkujayan Kecamatan Ponorogo. Agus Suprayitno alias Sipet (35 Th/ sabu-sabu) swasta alamat Kampung baru Rt 02 Rw 02 Desa Kampungbaru Kecamatan Pasar Kliwon Kota Surakarta.

Dan ketujuh adalah kasus sabu-sabu bernama Faray Todhy alias Todhy bin (Alm ) Ari Sudibyo (30 Th) Karyawan Swasta alamat Jl. Cokrobaskoro 3 Puspan Rt 02 Rw 05 Kelurahan Tipes Kecamatan Serengan, Kota Surakarta. Mereka ditangkap pada waktu dan tempat yang berbeda beda.

Kapolres Wonogiri AKBP Robertho Pardede SIK.MIK didampingi Kasatnarkoba AKP Suharjo SE mengemukakan, mereka ditangkap secara bergantian. Berawal sejak 12 Agustus 2018 lalu sampai dengan terakhir pada 4 Sepetmber 2018 silam.

Untuk pemilik dan pemakai Narkoba dijerat pasal 132 ayat (1) Jo pasal 112 ayat (1) subsider pasal 127 ayat (1) huruf a UURI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman dipidana penjara seumur hidup atau pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun dan pidana denda minimal Rp1 miliar dan maksimal Rp10 miliar.

Sedangkan tersangka yang memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana di maksud pasal 197 subsider pasal 196 UURI No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, dipidana penjara minmal 15 th dan denda maksimal Rp1,5 miliar. (baguss)