Peternak Babi Diwajibkan Tutup Sebelum Tiga Bulan

0 99
kandang ternak babi di Jatisrono

INFOWONOGIRI.COM-JATISRONO-Keluhan beberapa warga penduduk di Desa Jatisrono Kecamatan Jatisrono direspon positif pemerintah setempat. Pemerintah memberikan batas waktu maksimal tiga bulan kandang babi ditutup, dikosongkan atau tidak operasional.

Pada Kamis (9/8) dilaksanakan musyawarah untuk membahas pencemaran lingkungan itu. Musyawarah digelar di Balai Desa Jatisrono Kecamatan Jatisrono. Musyawarah dihadiri warga terdampak, peternak babi dan pemerintah Desa dan Kecamatan Jatisrono.

Seorang warga setempat, Agus mengemukakan, selama ini, limbah ternak babi di Dusun Joho dianggap menjadi salah satu factor penyebab terjadinya pencemaran lingkungan, sungai dan penyebab gagal panen tanaman padi.

Hal itu terjadi sejak sekira 8 tahun silam. Di wilayah Desa Jatisrono awalnya, terdapat banyak peternak babi. Tiga tahun lalu, beberapa warga sudah pernah menyampaikan protes. Karena diprotes warga, sebagian pemilik menutup usahanya.

Namun ternyata belum semua peternak menutup usahanya. Masih terdapat peternak babi. Antara di Dusun Njoho di RT 16 RW 04, yaitu Yohanes Sugiyanto, Tri, Sartono, dan beberapa  peternak lagi belum diketahui identitasnya.

Pihak yang keberatan adalah warga Dusun Watugede, karena lebih dekat dengan lokasi kandang babi. Mereka lebih merasakan dampak polusi dan limbah babi. Sementara warga Njoho tidak ada yang protes. Sebagian warga Dusun Watangsono Dusun Brumbung mengeluhkan limbah kotoran babi yang mencemari sungai dan menyebabkan penyakit kulit.

“Sebenarnya kena dampak, tapi gak enak, atau gak berani protes. Karena perternak salah satunya mbah Lurah (kepala dusun, red). Kandang babi mbah Lurah yang di dekat pemukiman sudah dikosongkan, tapi yang di dekat sawah masih ada,” kata warga lain. Camat Jatisrono Endriyo Raharjo dan Kades Jadirsrono Mulyadi belum membalas konfirmasi wartawan. (baguss)