Konsumen Menggugat BPR Artha Sari Sentosa

0 447
Sidang gugatan nasabah bank terhadap PT BPR ASS Sukoharjo Cabang Wonogiri di Kantor PN Wonogiri, Kamis (24/5) di PN Wonogiri.

INFOWONOGIRI.COM-SELOGIRI-Konsumen lembaga keuangan kini semakin berani melawan perbangkan. Seperti perlawanan yang dilakukan nasabah PT. BPR Astha Sari Sentosa (BPR-ASS) Sukoharjo, Cabang di Wonogiri, Eko Paryanto.

Eko Paryanto menggungat bank tersebut, lantaran harta kekayaannya tanah dan bangunan rumah bersertifikat hak milik (tiga SHM) terancam dilelang.Rencana lelang telah didaftarkan sejak 30 April silam.

“Kami menggugat untuk menghentikan rencana lelang itu,” kata Eko Paryanto selaku penggugat. Alasan menggugat, pihaknya merasa hutangnya sudah lunas. Tetapi ada lelang terhadap SHM nomor 2169, 1736, 1763. Pada obyek tanah tersebut terdapat bangunan rumah tinggal.

Sidang digelar Kamis (24/5/18) dipimpin Bunga Lilly dengan anggota Siwi Rumbar Wigati, dan Ni Kadek Ayu Ismadewi. Hadir Eko Paryanto untuk dan atas diri sendiri, tampa pengacara. Tergugat mewakilkan pengacaranya, Sapto Dumadi Ragil Raharjo.

Sidang digelar, lantaran dalam forum mediasi mengalami jalan buntu. “Kita sudah terima hasil mediasi. Tidak ada titik temu. Maka dilanjutkan sidang pembacaan jawaban. Karena tergugat belum siap, maka sidang ditunda sepekan,” kata Bunga Lilly.

Pasca peridangan, Sapto Dumadi keberatan dikonfirmasi. Alasanya belum mempelajari gugatannya. Selain itu, dia akan membahas dengan tim terlebih dahulu dan tergugat. “Intinya saya no comment dulu mas, hari ini. Soalnya sidang baru nyampai pembacaan gugatan,” kata Sapto.

Eko Paryanto, mengklaim pihaknya mempunyai bukti formil, bahwa hutang telah lunas. Bukti telah diajukan ke majlis untuk diuji dalam persidangan. Karena itu, pengugat meminta majlis hakim untuk menyatakan dan menetapkan rencana lelang atas obyek tiga SHM nomor 2169, 1736, dan 1763 di Desa/Kecamatan Jatisrono Wonogiri tertangal 30 April 2018 sebagaimana surat PN Wonogiri nomor: W.12-U29/452/HK.02/III/2018 itu tidak sah. (baguss)