Dua Tahun Terindikasi Penyimpangan Dana Desa di Desa Tremes

0 456
jembatan yang mangrkak di desa tremes kecamatan sidoharjo wonogiri

INFOWONOGIRI.COM-SIDOHARJO-Selama kurun waktu dua tahun, mulai 2016 sampai 2017 diduga terjadi penyimpangan dana desa di Desa Tremes Kecamatan Sidoharjo Kabupaten Wonogiri. Kasus tersebut kini ditangani Kejaksaan Negeri Wonogiri.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Wonogiri Dody Budi Kelana telah menerbitkan surat perintah dimulainya penyidikan (Sprindik) dugaan penyimpangan keuangan Dana Desa (DD) di Pemerintahan Desa Tremes Kecamatan Sidoharjo Kabupaten Wonogiri.

 “Sprindik telah ditandatangani Kajari dan sudah turun Jumat pekan lalu (25/5),” kata Kajari melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Ismu Armanda, Rabu (30/5) di Kantor Kejari Wonogiri.

Dijelaskan, di dalam Pemerintahan Desa Tremes terindikasi penyimpangan pengelolaan keuangan mulai tahun 2016 sampai tahun 2017. Akibat penyimpangan itu terjadi kerugian kas Desa sekira Rp.400 juta hingga Rp. 500 juta.

Ketika ditanyakan siapa dan berapa jumlah tersangkanya, Kasi Pidsus keberatan menyebut identitasnya. Alasannya, tim penyidik baru akan memanggil ulang untuk diperiksa kembali, setelah sebelumnya pernah memeriksa pada tingkat penyelidikan.

Setelah pemeriksaan penyidikan tuntas, dipastikan akan disampaikan identitas dan jumlah tersangkanya. “Ada 20 orang lebih yang akan kita periksa ulang. Setelah sebelumnya pernah diperiksa saat penyelidikan,” tandas Ismu.

Ke 20 orang terperiksa adalah terdiri dari Kades, Perangkat Desa, PMD, BPD atau tokoh masyarakat dan kemungkinan ada rekanan. Menurut Ismu, menurutnya penyimpangan keuangan desa setempat terjadi hamper di seluruh kegiatan pembangunan fisik.

Akibatnya pembangunan fisik di wilayah Desa Tremes tidak berjalan baik. Bahkan sejumlah proyek tidak selesai dikerjakan, alias mangkrak. Sementara keuangan Desa setempat mengalami mines, dan tidak jelas kemana mengalirnya uang rakyat itu.

Terungkapnya kasus tersebut berawal ketika masyarakat Desa Tremes melaporkan masalah itu ke Kejari Wonogiri. Laporan ditindaklanjuti penyelidikan hingga penyidikan. Kini Kejari akan menghitung ulang nilai kerugian dengan melibatkan tim auditor independen.

Sayang Kepala Desa Tremes berinisial Ag tidak berhasil dikonfirmasi. Tilpon, Video Call dan chat whatshap tidak tersambung dan tidak terkirim. (baguss)