Pengarusutamaan Gender, Semua Dimulai Dari Komitmen

0 131

INFOWONOGIRI.COM-NASIONAL-Penguatan pemahaman Pengarusutamaan Gender (PUG) menjadi poin utama hari ke III sekaligus penutupan pelaksanaan Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Percepatan Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) di Makassar.

Pada malam sebelumnya, peserta telah berdiskusi kelompok untuk melakukan identifikasi hambatan dan capaian terkait pelaksanaan PUG di daerah masing-masing. Identifikasi berguna untuk memetakan sejauh mana pelaksanaan pengarusutamaan gender telah dilaksanakan oleh Provinsi/Kabupaten/Kota.

Hasil pemetaan kemudian dipaparkan oleh perwakilan dari provinsi, untuk dievaluasi dan diberi masukan oleh daerah lainnya. Saling silang pengalaman, bertujuan agar pengetahuan dan pemahaman peserta bertambah khususnya terkait upaya solutif dan rencana aksi daerah untuk mengatasi masalah PUG yang belum terselesaikan selama ini.

“Pengarusutamaan Gender adalah cross cutting issu atau isu lintas sektoral, artinya tanggung jawab pelaksanaannya bukan hanya diemban oleh dinas pemberdayaan perempuan dan anak di daerah, tapi oleh pemerintah baik pusat terlebih daerah. Dalam pengarusutamaan gender, kita memastikan bahwa setiap orang haknya terpenuhi, baik itu laki-laki, perempuan, anak, dan penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya, dengan mengintegrasikannya ke dalam perencanaan program pembangunan yang akan dibuat oleh suatu daerah. Jadikan pengarusutamaan gender sebagai kepentingan daerah, penuhi 7 prasyarat awal pelaksanaan PUG,” ujar Yurni, salah satu pemateri pakar dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Bidang Kesetaraan Gender dalam sesi Dialog dan Pendalaman Materi Penguatan Kelembagaan PUG dan Pelaksanaan PPRG.

 

Yurni menambahkan, di tahap perencanaan kebijakan dan program, terdapat 7 prasyarat awal agar pelaksanaan PUG dapat dijalankan oleh suatu daerah. Pertama Komitmen. Kedua Kebijakan dan Program. Ketiga Kelembagaan. Keempat Sumber Daya (SDM), Dana, dan Sarana Prasaran). Kelima Data Terpilah. Keenam Tools (Panduan, Modul dan Bahan KIE). Dan ketujuh adalah Jejaring atau networking.

Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Agustina Erni, dalam penutupan Rakortek Percepatan Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) mengatakan hal senada. Ia menyebutkan, dari hasil diskusi kelompok selama 2 hari, pemenuhan 7 prasyarat PUG ini menjadi persoalan dan tantangan yang dirasakan oleh hampir semua daerah. Namun positifnya, juga muncul ide-ide solutif untuk mengatasi hambatan dan tantangan tersebut. Sehingga pemahaman Pengarusutamaan Gender (PUG) dari para peserta semakin menguat bahkan meningkat. (riliw)a