Mantan Dosen Joko Widodo Surati Presiden

0 337

INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Doktor Wibowo Murti S. SH. MS diminta menulis surat dan mengirimkannya kepada Presiden RI. Agar presiden segera membuat regulasi transportasi di Indonesia. Mengingat dunia transportasi di Indonesia kocar-kacir, dan tidak ada keseimbangan aturan hukum yang berlaku.

Himbauan itu disampaikan Joko Wiyoso perwakilan Organda Kabupaten Sukoharjo sebagai peserta Seminar Lalu Lintas Jumat (13/4/18) di Mapolres Wonogiri.

“Layangkan Surat ke Jokowi (presiden ‘red), apalagi Pak Wibowo pernah jadi dosennya,” kata Joko Wiyoso.
Sudah setahun ini, lebih, menurunya transportasi di Indonesia kocar kacir. Pemerintah telah melakukan pembiaran. Hingga saat ini tidak ada tindakan. Keberadaannya semakin akut. “Ini akut. Dan kondisinya bahaya,” katanya.


Saat ini, menurutnya, 70 persen pengusaha transportasi tiarap. Menyusul semakin maraknya moda transportasi online. Baik roda 2 maupun roda 4. Padahal, dasar hukum jasa transportasi berbasis aplikasi belum ada.

Sudah setahun ini keberadaan transportasi hampir mati (mati suri), di Soloraya lebih 70 % tiarap. Dia memberikan contoh adalah Solo Taksi. Permasalahannya, ceruk pasar di Soloraya terbatas. Dia menyebut kuenya hanya seloyang. Sementara yang merebutkan kue itu semakin banyak. Bahkan dia menyebut ada yang rakus. Menurutnya, alasan pembiaran masalah transportasi hanya karena alasan perut. Itu, menurutnya menjadi tidak obyektif.

Menangapi hal itu, Wibowo selaku pembicara siap bersurat kepada RI 1. Namun harus disadari, di sekitar Jokowi banyak tarik ulur kepentingan orang- orang yang dulu tidak diperhitungkan Jokowi. Pemerintah memang haris hadir. Berikan pasal, agar aman hukumnya dan aman perilakunya. Kembalikan kepada aturan,” katanya. Wibowo menyampaikan makalah “Tinjauan Hukum & Realitas Sosial Terhadap Angkutan Umuim Kendaraan Roda 2 dan 3 Vs Law Inforcement,”.

Pembicara lain, Nurul Hidayati memaparkan materi Solusi & Masalah Transportasi. Kasubditlantas Polda Jateng Indra Kurniawan Mangunsong SH.SIK. Dia memaparkan tentang tingginya angka lakalantas di Indonesia. Ada 25.000 ribu orang mati akiba lakalantas. Prosentasinya, 80 % disebabkan R2 dan R3. Seminar dihadiri Kasatlantas se Soloraya, Dishub, dan perwakilan pelaku usaha transportasi ofline dan online. (baguss)