Organda : Tertibkan Bus Luar Kota & Kritik Terminal Bayangan

0 539

INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Ketua Oganisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Wonogiri Edi Purwanto meminta Pemerintah menertibkan armada bus trayek Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Edi juga meminta anggota dewan kritis mengontrol pemerintah dan menyuarakan rakyat.

Pasalnya armada bus AKAP masuk ke terminal-terminal tipe B (Kabupaten) bahkan sampai ke tipe C (Kecamatan). Menurutnya, bus AKAP mengancam eksistensi bus Angkutan Desa dan armada Angkutan Kota.

“Kan Pemda sedang  getol menertibkan reklame, kami minta Pemerintah menertibkan bus-bus AKAP. Sesuai aturan seharusnya, bis AKAP hanya sampai terminal tipe A yang dikelola pemerintah pusat,” kata Edi Purwanto. Hal senada dikemukakan anggota Organda, H. Sutardi.

Sutardi menambahkan, hal yang perlu ditertibkan antara lain ijin trayek, dokumen , tarif, dan surat-surat kendaraan. “Pengusaha bus lokal Wonogiri terancam gulung tikar. Ini sudah merugi terus, banyak ngandang,” katanya.

Edi juga menyoroti Pemda Wonogiri yang akan membangun “terminal bayangan” di sisi timur Halte Agraria. Menurutnya, terminal bayangan itu kurang tepat. Jika tujuannya membangun shelter, juga dianggap kurang pas.

“Kenapa gak hidupkan terminal angkuta-angkudes yang dekat pasar kota dan stasiun Wonogiri, itu malah bisa positif menghidupkan pasar, stasiun, dan kuliner. Infrastruktur sudah ada tinggal atur lalulintas,” kata Edi bernada tanya.

Soal penertiban bus, Kadin Perhubungan H. Ismiyanto menyatakan siap menfasilitasi penertiban. Namun sebelumnya meminta digelar pertemuan Organda dan Pemerintah.

“Kami siap menertibkan, tapi kami minta anggota dikumpulkan bentuk kepengurusan. Tapi sampai saat ini belum dibentuk kepengurusan. Kami malah mendorong segera ditertibkan sesuai aturan,” kata Ismiyanto.

Akan tetapi soal tarif itu adalah mekanisme pasar, tidak ada regulasinya. Sedangkan tarif non ekonomi sudah dirancang. Soal pembangunan shelter, target pertama adalah memecahkan simpul kemacetan sekitar halte agraria.

Karena itu, halte tidak difungsikan, pemberhentian digeser ke timur untuk mengurai kemacetan. Target lain, di sekitar shelter akan dibangun pusat kuliner dan ruang publik. “Ini masih proses, saatnya nanti semua bisa tercapai,” katanya. (baguss)