Digital Media Online Wonogiri

Kisah Sedih Bidadari Tunanetra

0 104


INFOWONOGIRI.COM-EROMOKO-Kisah sedih seorang bidadari tuna netra. Bidadari itu tidak dapat melihat. Karena kedua matanya mengalami buta keduanya.

 

Tidak ingat lagi, sejak kapan Bidadari Tumi mengalami kebutaan. Apakah sejak lahir dari surga turun ke bumi. Ataukah ketika sudah dewasa.

 

Tidak ada orang yang mencatat sejarahnya. Tidak ada pula yang bisa mengisahkanya secara detil.
Menurut penuturan Kepala Desa Basuhan Kecamatan Eromoko, bidadari itu diketahui bernama Tumi. Usianya diperkirakan 60 tahun.

Dilihat dari raut wajahnya yang mulai keriput. Dilihat dari rambutnya yang beruban. Dilihat dari tubuhnya yang memulai membungkuk. Bidadari Tumi taklagi muda. Bahkan mungkin telah mencapai umur lebih dari 70 tahun.

 

Bidadari Tumi tinggal di “istana alam”. Dinding rumahnya hanya beranyam bambu untuk sekedar berteduh angin dan hujan. Rumbi ilalang dan semak belukar yang menjadi pagar istananya. Lantainya tanah liat alami.

 

Istana itu terletak di Dusun Ngringin (Ringin atau Beringin) RT 01 RW 10 Desa Basuhan Kecamatan Eromoko Kabupaten Wonogiri.

Bidadari Tumi telah dipersunting oleh seorang pria bernama Parman. Kini mereka hidup berdua. Usia Parman diperkirakan sebayanya. Ironisnya, Parman adalah lelaki tua renta yang mengalami tuna rungu (tuli) dan tuna wicara (tunarungu-tuna wicara).

 

Kedua pasangan ini tidak dikaruniai anak, (mungkin belum). Sehingga mereka hidup selama ini hanya berdua. Tidak ada pekerjaan tetap pada diri keduanya. Karena tuna rungu dan tuna netra.

 

Untuk menyukupi kebutuhan pokok sehari hari, keduanya lebih sering kekurangan dari pada kecukupan. Itupun, jika ada karena belas kasihan tetangga sekitarnya. Pemerintah Desa pernah membantu memberikan sumbangan kambing. Kini kambing itu “diopeni” tetangga terdekatnya. “Sungguh memprihatinkan,” kata Kades Basuhan Sutini alias Tini. (baguss)

Leave A Reply