Digital Media Online Wonogiri

Perhatian! Aktvis Anti RIBA Mulai Marak di Wonogiri

0 51

INFOWONOGIRI.COM-JATISRONO-Perayaan HUT Kemerdekaan Bangsa Indonesia masih terdengar gegap gempita. Rakyat Jatisrono Sabtu (19/8/17) merayakannya dengan menggelar pawai budaya mengelilingi Kota Kecamatan Jatisrono. Ada ratusan bahkan ribuan orang terlibat di sana secara pribadi maupun kelompok. Berbagai kreasi seni budaya lokal maupun tiruan dari bangsa asing ditampilkan.

 Taktertinggal beberapa aktifis anti riba wilayah Wonogiri timur ikut turun jalan. Kelompok penggerak anti riba ini terdiri dari berbagai profesi . Ada dari LBH, seorang jurnalis, aktifis LSM, Ormas, Kepala Desa, bahkan ustadz, kyai, guru negeri dan kepala desa juga ada. Mereka sepakat menyatakan perang melawan riba. Karena itu pada karnaval kemarin mereka memanfaatkan untuk menyosialisasikan visi misi mereka. Sejumlah poster mereka usung untuk menyampaikan pesan pesan moral sosial serta menyajikan realita dilapangan bahwasanya banyak masyarakat yang saat ini terjerat riba, beratnya beban kehidupan yang mereka hadapi.

 

Di Wonogiri ada aktifis komunitas Masyarakat tanpa riba serta Riba Cleaning Center (RCC) Mereka adalah masyarakat yang terdiri dari beberapa elemen dan berniat untuk berazam keluar dari kubangan riba, hidup tanpa riba serta siap memberikan wawasan dan solusi untuk mereka yang masih terjerat hutang riba .

Saat ini kebanyakan lembaga keuangan yang meraja lela beredar di masyarakat baik lembaga keuangan konvensional maupun yang berlabel syariah masih terindikasi melakukan praktek yang mengandung riba. Patut dicurigai mereka hanya mengikuti tren, masih setengah-setengah alias belum total syariah.

Masyarakat muslim harus cerdas memilih jasa  keuangan yang beredar. Jika ingin Wonogiri Sukses, rubahlah pola pikir dari sekarang, jangan ikuti hawa nafsu, bedakan antara keinginan dengan kebutuhan, jangan mudah berhutang,  Katakan tidak terhadap riba, musnahkan renternir. Bumi hanguskan Buto Ijo. Sadarkan mereka cerdaskan mereka Menuju Wonogiri Sukses, dan Indonesia Barokah.  (Baguss)

Leave A Reply