Rabu, 20 September 2017 / 28 Djulhijjah 1438
NEWS TICKER
Foto Pelajar Pose Seronok Beredar di Slogohimo »  Walah….Video Saru Oknum Guru SD Ada Tiga Versi »  Wisata Air Telaga Rowo Batuwarno Dibuka »  Beredar Video saru Oknum Guru SD Lemahbang Kismantoro »  Siswa-Siswi SMAN 1 Baturetno Telanjang Di Sawah Digerebek »  Ternyata Oknum Polisi dan Guru SD Yang Tertangkap Basah Selingkuh Di Videokan »  Profil : Darto alias Tatot Pete , Calon Kades »  Anggota DPRD & Guru MTsN Digrebeg di Dalam Mobil »  Foto Seronok Pelajar Siswi SMP Beredar di Baturetno »  Ojo Di Tiru, Guru PNS SMPN 1 Weru Tertangkap Setubuhi Muridnya »  Pabrik Jamu Mebutuhkan Ribuan Ton Empon Pertahun »  Foto Skandal ” Ah – Uh ” Penyanyi Campursari Beredar Di Slogohimo »  Walah…Oknum Polisi dan Guru Tertangkap Basah Mesum Di Tepi Sungai »  Bencana Alam : Tanah Longsor Di Kec.Giriwoyo »  Akhirnya Pasangan Mesum Di Hutan Jati Donoloyo Terungkap »  Ya Allah Anak SMP Jual Diri Sekali ‘Begituan’ Rp.10 Ribu »  70 anak remaja Ikuti Sunatan Masal »  Nita dan Atun Dua Biduan Panggung Lintas AKAP »  Ini Pengakuannya Siswa-Siswi SMAN 1 Baturetno Yang Digrebeg »  Disiapkan 190 Armada Bus Untuk Mudik Gratis Lebaran Tahun 2013 » 
 
Home » Selogiri » Orang Tua Korban Menyayangkan Tindakan Bernard
SELOGIRI

Orang Tua Korban Menyayangkan Tindakan Bernard

Minggu, 27 Agustus 2017 / 4 Djulhijjah 1438 - 1594 Kunjungan

Bernard Agus Jatmiko menunjukan surat panggilan kepolisian

INFOWONOGIRI.COM-SELOGIRI-Terungkapnya kasus penganiayaan yang dilakukan Bernard Agus Jatimiko (47th) karena ada teman sekelas korban yang menceritakan kepada saudaranya yang menjadi polisi. Kini kasus itu masih diselidiki Polsek Selogiri.

 

Sebagai orang tua korban, Agus Wahyu menyatakan sangat menyayangkan tindakan Bernard. Terlebih Bernard tidak beritikad baik meminta maaf kepada keluarganya. Bahkan ketika diundang mediasi di sekolah, Bernard tidak datang. Yang datang istrinya.

 

“Secara pribadi saya sudah memafkan. Tapi mestinya beritikad baik menemui dan meminta maaf. Enggak sama sekali, dimediasi saja yang datang istrinya,” katanya. Karena kasus ini sudah sampai di kepolisian, Agus Wahyu menyerahkan kepada pihak berwajib.

 

Kepala SDN Nambangan 2, Haryono melalui Wali Kelas 6, Darmaji membenarkan telah terjadi penganiayaan itu. Itu terjadi karena salah paham. Sekolah telah memediasi agar dapat didamaikan. Namun Bernard tidak datang, hanya diwakili istrinya.

 

Karena anak-anak juga sudah tidak merasakan sakit. Masuk sekolah sudah seperti biasa. Namun selebihnya sekolah tidak bisa memengaruhi kedua orang tua korban. “Sepenuhnya kami serahkan ke polisi,” kata Darmaji.

 

Sementara itu Bernard sendiri mengakui salah dan khilaf atas apa yang dilakukannya. Namun, versinya apa yang dilakukan dalam rangka membela anaknya. “Bagaimanapun saya membela anak saya,” kata Bernard.

 

Ketidakhadiranya saat mediasi, karena hari itu kebetulan ada acara membuat SIM di Polres Wonogiri. Sehingga tidak bisa ditinggalkan. Bernard mengaku sudah datang ke Mapolsek Selogiri pasca kejadian. Dia sendiri menunjukan surat panggilan untuk dimintai keterangan polisi pada Senin (28/8) mendatang. (baguss)




Related Post
comments powered by Disqus

Comment

Your email will not be displayed.