Digital Media Online Wonogiri

Aplikasi Bambu Sebagai Tulangan Beton Pada Tiang Buah Naga Organik Beji Dan Semin

0 25

 

INFOWONOGIRI.COM-NGUNTORONADI-Sebanyak 20 mahasiswa UNS melakukan Kuliah Kerja Nyata – Pengadian Pasyarakat (KK-PM) sejak 11 Juli sampai 24 Agustus 2017, di Kelurahan Beji dan Desa Semin Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri.

Tim KKN-PM UNS tahun 2017 itu didampingi dua dosen pembimbing/ Pembina. Di sana, para mahasiswa memberikan alternative solusi budidaya pengembangan buah naga organik, dengan mengenalkan penggunaan bambu sebagai pengganti besi pada tulangan beton tiang buah naga.

Penggunaan bambu sebagai tulangan beton mampu mengurangi biaya hingga 60%. Uji beton yang dilakukan di Laboratorium Teknik Bangunan JPTK UNS menunjukkan kelebihan bambu berupa elastisitas dan anti korosi.

Selain itu, bambu mampu memberikan keuntungan durabilitas pada beton yang terekspos oleh lingkungan yang ekstrim, yaitu panas matahari dan air hujan. Bambu yang digunakan jenis Petung tersedia berlimpah di lokasi KKN, sehingga dinilai sangat tepat untuk menghemat biaya pembuatan tiang buah naga.

Pemanfaatkan bambu sebagai alternatif pengganti besi bukan hanya meningkatkan kualitas beton tetapi juga meningkatkan sustainability (kesinambungan) lingkungan mengingat bambu merupakan tanaman yang berfungsi menyimpan air dalam tanah.

Menurut Wahyu Tulus Nugroho, S.P. PPL setempat, tiang beton dengan tulangan bambu akan digunakan untuk membangun kebun buah Wukirsari seluas 17.000 m2 di Kelurahan Beji yang akan menjadi icon kawasan Kampung Wisata Organik. Kebun itu memanfaatkan lahan Dinas Pertanian Propinsi yang telah bertahun-tahun kurang produktif.

Ketua Gapoktan Beji Makmur, Sularto, menyambut baik inovasi tulangan beton dari bambu. Karena biaya pembuatan tiang buah naga lebih murah. Diyakini akan memotivasi petanimengembangkan tanaman buah naga sebagai komoditas unggulan. Diharapkan panen buah naga pada musim mendatang semakin berlimpah.

Penanggungjawab Kegiatan Cucuk Wawan Budianto menambahkan, mahasiswa KKN UNS 2017 juga mengembangkan kemasan produk pertanian dari kawasan ini. Diantaranya merancang dan membuat kemasan produk teh bunga rosela dan beras merah organik. Jugamembuat kemasan produk olahan singkong menjadi opak, lempeng, loncis, dan tiwul instan. “Produk-produk itu akan dijagokan sebagai produk unggulan kawasan wisata organik Wonogiri,” pungkas Cucuk. (Cwb-Iw)

Leave A Reply