Rabu, 20 September 2017 / 28 Djulhijjah 1438
NEWS TICKER
Foto Pelajar Pose Seronok Beredar di Slogohimo »  Walah….Video Saru Oknum Guru SD Ada Tiga Versi »  Wisata Air Telaga Rowo Batuwarno Dibuka »  Beredar Video saru Oknum Guru SD Lemahbang Kismantoro »  Siswa-Siswi SMAN 1 Baturetno Telanjang Di Sawah Digerebek »  Ternyata Oknum Polisi dan Guru SD Yang Tertangkap Basah Selingkuh Di Videokan »  Profil : Darto alias Tatot Pete , Calon Kades »  Anggota DPRD & Guru MTsN Digrebeg di Dalam Mobil »  Foto Seronok Pelajar Siswi SMP Beredar di Baturetno »  Ojo Di Tiru, Guru PNS SMPN 1 Weru Tertangkap Setubuhi Muridnya »  Pabrik Jamu Mebutuhkan Ribuan Ton Empon Pertahun »  Foto Skandal ” Ah – Uh ” Penyanyi Campursari Beredar Di Slogohimo »  Walah…Oknum Polisi dan Guru Tertangkap Basah Mesum Di Tepi Sungai »  Bencana Alam : Tanah Longsor Di Kec.Giriwoyo »  Akhirnya Pasangan Mesum Di Hutan Jati Donoloyo Terungkap »  Ya Allah Anak SMP Jual Diri Sekali ‘Begituan’ Rp.10 Ribu »  70 anak remaja Ikuti Sunatan Masal »  Nita dan Atun Dua Biduan Panggung Lintas AKAP »  Ini Pengakuannya Siswa-Siswi SMAN 1 Baturetno Yang Digrebeg »  Disiapkan 190 Armada Bus Untuk Mudik Gratis Lebaran Tahun 2013 » 
 
Home » Nguntoronadi » Aplikasi Bambu Sebagai Tulangan Beton Pada Tiang Buah Naga Organik Beji Dan Semin
NGUNTORONADI

Aplikasi Bambu Sebagai Tulangan Beton Pada Tiang Buah Naga Organik Beji Dan Semin

Sabtu, 26 Agustus 2017 / 3 Djulhijjah 1438 - 1207 Kunjungan

 

INFOWONOGIRI.COM-NGUNTORONADI-Sebanyak 20 mahasiswa UNS melakukan Kuliah Kerja Nyata – Pengadian Pasyarakat (KK-PM) sejak 11 Juli sampai 24 Agustus 2017, di Kelurahan Beji dan Desa Semin Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri.




Tim KKN-PM UNS tahun 2017 itu didampingi dua dosen pembimbing/ Pembina. Di sana, para mahasiswa memberikan alternative solusi budidaya pengembangan buah naga organik, dengan mengenalkan penggunaan bambu sebagai pengganti besi pada tulangan beton tiang buah naga.

Penggunaan bambu sebagai tulangan beton mampu mengurangi biaya hingga 60%. Uji beton yang dilakukan di Laboratorium Teknik Bangunan JPTK UNS menunjukkan kelebihan bambu berupa elastisitas dan anti korosi.

Selain itu, bambu mampu memberikan keuntungan durabilitas pada beton yang terekspos oleh lingkungan yang ekstrim, yaitu panas matahari dan air hujan. Bambu yang digunakan jenis Petung tersedia berlimpah di lokasi KKN, sehingga dinilai sangat tepat untuk menghemat biaya pembuatan tiang buah naga.

Pemanfaatkan bambu sebagai alternatif pengganti besi bukan hanya meningkatkan kualitas beton tetapi juga meningkatkan sustainability (kesinambungan) lingkungan mengingat bambu merupakan tanaman yang berfungsi menyimpan air dalam tanah.

Menurut Wahyu Tulus Nugroho, S.P. PPL setempat, tiang beton dengan tulangan bambu akan digunakan untuk membangun kebun buah Wukirsari seluas 17.000 m2 di Kelurahan Beji yang akan menjadi icon kawasan Kampung Wisata Organik. Kebun itu memanfaatkan lahan Dinas Pertanian Propinsi yang telah bertahun-tahun kurang produktif.

Ketua Gapoktan Beji Makmur, Sularto, menyambut baik inovasi tulangan beton dari bambu. Karena biaya pembuatan tiang buah naga lebih murah. Diyakini akan memotivasi petanimengembangkan tanaman buah naga sebagai komoditas unggulan. Diharapkan panen buah naga pada musim mendatang semakin berlimpah.

Penanggungjawab Kegiatan Cucuk Wawan Budianto menambahkan, mahasiswa KKN UNS 2017 juga mengembangkan kemasan produk pertanian dari kawasan ini. Diantaranya merancang dan membuat kemasan produk teh bunga rosela dan beras merah organik. Jugamembuat kemasan produk olahan singkong menjadi opak, lempeng, loncis, dan tiwul instan. “Produk-produk itu akan dijagokan sebagai produk unggulan kawasan wisata organik Wonogiri,” pungkas Cucuk. (Cwb-Iw)

Related Post
comments powered by Disqus

Comment

Your email will not be displayed.