Sabtu, 19 Agustus 2017 / 26 Djulqa'dah 1438
NEWS TICKER
Foto Pelajar Pose Seronok Beredar di Slogohimo »  Walah….Video Saru Oknum Guru SD Ada Tiga Versi »  Beredar Video saru Oknum Guru SD Lemahbang Kismantoro »  Siswa-Siswi SMAN 1 Baturetno Telanjang Di Sawah Digerebek »  Ternyata Oknum Polisi dan Guru SD Yang Tertangkap Basah Selingkuh Di Videokan »  Wisata Air Telaga Rowo Batuwarno Dibuka »  Foto Seronok Pelajar Siswi SMP Beredar di Baturetno »  Anggota DPRD & Guru MTsN Digrebeg di Dalam Mobil »  Ojo Di Tiru, Guru PNS SMPN 1 Weru Tertangkap Setubuhi Muridnya »  Pabrik Jamu Mebutuhkan Ribuan Ton Empon Pertahun »  Foto Skandal ” Ah – Uh ” Penyanyi Campursari Beredar Di Slogohimo »  Profil : Darto alias Tatot Pete , Calon Kades »  Walah…Oknum Polisi dan Guru Tertangkap Basah Mesum Di Tepi Sungai »  Bencana Alam : Tanah Longsor Di Kec.Giriwoyo »  Akhirnya Pasangan Mesum Di Hutan Jati Donoloyo Terungkap »  Ya Allah Anak SMP Jual Diri Sekali ‘Begituan’ Rp.10 Ribu »  70 anak remaja Ikuti Sunatan Masal »  Nita dan Atun Dua Biduan Panggung Lintas AKAP »  Ini Pengakuannya Siswa-Siswi SMAN 1 Baturetno Yang Digrebeg »  Disiapkan 190 Armada Bus Untuk Mudik Gratis Lebaran Tahun 2013 » 
 
Home » Giriwoyo » Anak Kelas 1 SD Disetubuhi Pria Berusia 72Th
GIRIWOYO

Anak Kelas 1 SD Disetubuhi Pria Berusia 72Th

Kamis, 10 Agustus 2017 / 17 Djulqa'dah 1438 - 2159 Kunjungan

Ilustrasi Dok Liputanbanten.co.id

INFOWONOGIRI.COM-GIRIWOYO-Siswi kelas 1 SD berinisial ER (7th) disetubuhi pria berumur 72th, berinisial WR warga Kerok RT 01 RW 02 Desa Girikikis Kecamatan Giriwoyo.

 

Kakek bau tanah itu dilaporkan ke polisi pada Senin (7/8) kemarin. Pelapor adalah Katmi (46th) alamat Kerok 1/2 Kelurahan Girikikis Kecamatan Giriwoyo.

 

Kapolres Wonogiri AKBP Muhammad Tora SH.SIK melalui Kasatreskrim AKP Muhammad Kariri SH.MH mengemukakan, tempat kejadian kasus itu di rumah terlapor, yang juga bertetangga dengan pelapor.

 

Modus pelaku, memberikan hadiah uang Rp.2000 kepada korban, setiap kali ingin menyetubuhinya. Korban menurut terbujuk, karena tidak mengetahui akibatnuya.

 

Perbuatan itu dilakukan sebanyak lima kali. Kali pertama pada Kamis 3 Agustus lalu, sekira pukul 12.00 Wib, atau sepulang sekolah. Kasus tersebut terungkap karena korban menceritakan kepada ibunya. Sampai akhirnya terdengar oleh gurunya. Kasus itu kemudian dilaporkan ke polisi.

 

“Pelaku kita siapkan pasal 81 UURI nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Ancaman maksimal 20 tahun penjara,” kata Muhmmad Kariri melalui Paur Humas Iwan Sumarsono. (b5iw)




Related Post
comments powered by Disqus

Comment

Your email will not be displayed.