Kamis, 21 September 2017 / 29 Djulhijjah 1438
NEWS TICKER
Foto Pelajar Pose Seronok Beredar di Slogohimo »  Walah….Video Saru Oknum Guru SD Ada Tiga Versi »  Wisata Air Telaga Rowo Batuwarno Dibuka »  Beredar Video saru Oknum Guru SD Lemahbang Kismantoro »  Siswa-Siswi SMAN 1 Baturetno Telanjang Di Sawah Digerebek »  Ternyata Oknum Polisi dan Guru SD Yang Tertangkap Basah Selingkuh Di Videokan »  Profil : Darto alias Tatot Pete , Calon Kades »  Anggota DPRD & Guru MTsN Digrebeg di Dalam Mobil »  Foto Seronok Pelajar Siswi SMP Beredar di Baturetno »  Ojo Di Tiru, Guru PNS SMPN 1 Weru Tertangkap Setubuhi Muridnya »  Pabrik Jamu Mebutuhkan Ribuan Ton Empon Pertahun »  Foto Skandal ” Ah – Uh ” Penyanyi Campursari Beredar Di Slogohimo »  Walah…Oknum Polisi dan Guru Tertangkap Basah Mesum Di Tepi Sungai »  Bencana Alam : Tanah Longsor Di Kec.Giriwoyo »  Akhirnya Pasangan Mesum Di Hutan Jati Donoloyo Terungkap »  Ya Allah Anak SMP Jual Diri Sekali ‘Begituan’ Rp.10 Ribu »  70 anak remaja Ikuti Sunatan Masal »  Nita dan Atun Dua Biduan Panggung Lintas AKAP »  Ini Pengakuannya Siswa-Siswi SMAN 1 Baturetno Yang Digrebeg »  Disiapkan 190 Armada Bus Untuk Mudik Gratis Lebaran Tahun 2013 » 
 
Home » Kecelakaan » Tidak Ada Air Mata di Wajah Ayah Catur Bambang Sulistyo
KECELAKAAN

Tidak Ada Air Mata di Wajah Ayah Catur Bambang Sulistyo

Selasa, 4 Juli 2017 / 9 Syawal 1438 - 1802 Kunjungan


INFOWONOGIRI.COM-SIDOHARJO-Jenazah almarhum Catur Bambang Sulistyo (30th) telah dimakamkan di Pemakaman Umum Astonoloyo Kayuloko Sidoharjo Wonogiri pukul 15.00 WIB, Senin (3/7/17).
Upacara pemakaman dilakukan dengan tradisi Agama Islam. Diberangkatkan dari rumah duka sekira pukul 14.40 Wib menuju ke makam. Di masjid kawasan makam, jenazah disholatkan, ada seratusan jamaah turut menyolati.
Diantara adalah ayahnya, Slamet HS. Seusai sholat jenazah, ayahnya duduk di teras masjid didampingi Sularto, Sekretaris Kantor Kelurahan Kayuloko Sidoharjo.
Tampak, di wajah ayahnya takada air mata kesedihan apalagi kepedihan. Tampak jelas dia kehilangan salah satu anak yang dicintainya. Tetapi perasaan kehilangan itu diperlihatkan dengan senyuman. Berkali-kali ketika tersenyum manakala para pelayat menyalaminya.
Itulah ketabahan seorang ayah yang patut dicontoh umat muslim. Tangis kesedihan yang berkepanjangan justru tidak baik bagi arwahnya, juga bagi keluarga yang ditinggalkan. Rosulullah mengajarkan agar tidak bersedih dan menangis berlebihan ketika ada saudara/kerabatnya meninggal dunia.
Sebaliknya ibu kandung Catur, Sudarmi alias Darmi, dan istri Catur Riszki alias Kiki dan beberapa saudara perempuanya, banyak yang menangis bahkan sempat pingsan, lemas.
Handaitolan bisa merasakan apa yang dirasakan ibu, adik, kakak dan keluarga Catur. Sebab Catur disebut-sebut sebagai anak yang sholeh dan patuh pada orang tua. “Dia rajin dan penurut. Dia juga anak yang pinter,” kata Sularto.
Sebelum diterima sebagai PNS di Basarnas, Catur diterima sebagai Mahasiswa Kedinasan di STPDN, tetapi dia tidak mengambilnya. Dia memilih mencari pekerjaan lain. Selama sekolah, Catur juga selalu dapat rangking.
Tetapi itu tinggal kenangan bagi keluarganya dan saudaranya. Catur meninggalkan seorang istri bernama Rizki alias Kiki, dan dua anak Deva Al Fahri dan Aninda Acelin.
Sementara itu, Bupati Wonogiri Joko Sutopo sempat memberikan sambutan. Atas nama Pemda Wonogiri, Bupati mengucapkan bela sungkawa dan mendoakan semoga amal ibadahnya diterima dan arwahnya ditempatkan di sisi-Nya. Untuk keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan kekuatan dan ketabahan. (baguss)




Related Post
comments powered by Disqus

Comment

Your email will not be displayed.