Digital Media Online Wonogiri

Kereen, Batik Menjadi Mulok SDN 3 Sendangmulyo

0 20
anak-anak SD sedang membatik

INFOWONOGIRI.COM-TIRTOMOYO-Batik Wonogiri dikenal sebagai Batik Wonogiren. Batik Wonogiren berasal dari kebiasaan masyarakat Tirtomoyo yang membatik sejak nenek moyang.

 
Untuk memertahankan Batik Wonogiren, ketrampilan membatik dimasukkan ke dalam Kurikulum SDN 3 Sendangmulyo Kecamatan Tirtomoyo.

 
Kepala Sekolah setempat, Tarsih SPd SD mengemukakan, pelajaran membatik resmi dimasukkan ke dalam Kurikulum sejak tahun pelajaran 2014. “Batik menjadi unggulan SDN 3 Sendangmulyo. Membatik menjadi muatan lokal (Mulok) untuk kelas 4, 5 dan 6,” tutur Tarsih didampingi Guru Kelas 6, Wiyono belum lama ini.

 
Pelajaran kerajinan tangan membatik ini, langsung diajarkan oleh Kasek setempat, Tarsih. Tarsih sendiri bisa membatik karena diwarisi tradisi turun temurun nenek moyangnya. Tentunya Tarsih tekun belajar mengasah kepekaan seninya. Pun Tarsih-lah yang dipercaya menulis “Materi Kurikulum Mulok Batik”.

 
Pelajaran Membatik, anak anak SD wajib belajar dalam sepekan dua jam, bahkan terkadang mendapatkan tambahan jam, sepulang sekolah.

 
Anak-anak mulai belajar membatik dengan pengenalan alat-alat perlengkapan membatik dan cara menggunakanya.

 
Antara lain kain mori putih sebagai media, lilin/malam, pewarna batik, gawangan, bandul, canting, wajan, kompor dan saringan malam.
Pada mulanya belajar membatik diajarkan mencanting kepada siswa kelas 4 pada kain kafan putih seukuran sapu tangan. Selanjutnya mewarnai menggunakan waterglas.

 
Sampai siswa kelas 5 diajarkan membuat pola pada kain mori seukuran tamplak meja. Prosesnya memola, mencanting, mewarnai dan melepaskan malam (plorotan).

 
Pada siswa kelas enam juga sama dengan yang diajarkan siswa kelas 5, hanya saja siswa kelasnya diajari lebih kreatif membuat pola. Sebab nilai batik itu terletak pada nilai seni atau estetikanya.

 
“Batik seragam guru-guru adalah karya siswa SDN 3 Sendangmulyo,” tutur Tarsih. Karyanya telah dipasarkan. Harga taplak meja Rp.50 ribu, baju dewasa Rp.175 ribu.

 
Pengalaman mengajar anak-anak SD belajar membatik, tingkat kesulitan pertama adalah mencanting. Sebab peralatan canting, malam dan wajan panas. “Anak-anak takut panas. Jadi sering kali tumpah, mblobor jadinya,” tutur sambil tertawa gembira mengenang anak-anaknya belajar membatik. (baguss)

Leave A Reply