Kamis, 21 September 2017 / 29 Djulhijjah 1438
NEWS TICKER
Foto Pelajar Pose Seronok Beredar di Slogohimo »  Walah….Video Saru Oknum Guru SD Ada Tiga Versi »  Wisata Air Telaga Rowo Batuwarno Dibuka »  Beredar Video saru Oknum Guru SD Lemahbang Kismantoro »  Siswa-Siswi SMAN 1 Baturetno Telanjang Di Sawah Digerebek »  Ternyata Oknum Polisi dan Guru SD Yang Tertangkap Basah Selingkuh Di Videokan »  Profil : Darto alias Tatot Pete , Calon Kades »  Anggota DPRD & Guru MTsN Digrebeg di Dalam Mobil »  Foto Seronok Pelajar Siswi SMP Beredar di Baturetno »  Ojo Di Tiru, Guru PNS SMPN 1 Weru Tertangkap Setubuhi Muridnya »  Pabrik Jamu Mebutuhkan Ribuan Ton Empon Pertahun »  Foto Skandal ” Ah – Uh ” Penyanyi Campursari Beredar Di Slogohimo »  Walah…Oknum Polisi dan Guru Tertangkap Basah Mesum Di Tepi Sungai »  Bencana Alam : Tanah Longsor Di Kec.Giriwoyo »  Akhirnya Pasangan Mesum Di Hutan Jati Donoloyo Terungkap »  Ya Allah Anak SMP Jual Diri Sekali ‘Begituan’ Rp.10 Ribu »  70 anak remaja Ikuti Sunatan Masal »  Nita dan Atun Dua Biduan Panggung Lintas AKAP »  Ini Pengakuannya Siswa-Siswi SMAN 1 Baturetno Yang Digrebeg »  Disiapkan 190 Armada Bus Untuk Mudik Gratis Lebaran Tahun 2013 » 
 
Home » Giriwoyo » Keluarga Besar Sekdes Pidekso Calon Terdampak Pembangunan Waduk
GIRIWOYO

Keluarga Besar Sekdes Pidekso Calon Terdampak Pembangunan Waduk

Sabtu, 27 Mei 2017 / 1 Ramadhan 1438 - 1069 Kunjungan

Waduk Pidekso

INFOWONOGIRI.COM-GIRIWOYO-Wilayah Desa Pidekso menjadi salah satu dari tiga Desa terdampak rencana pembangunan Waduk Pidekso.

Di wilayah setempat terdapat 405 bidang yang diperkirakan akan terkena dampak pembangunan Waduk.




Salah satunya adalah keluarga Sekdes Pidekso, Dwiyanto. Keluarga Dwiyanto memiliki 9 bidang yang terkena dampak pembangunan waduk. Perincianya 3 bidang atas nama Dwiyanto, 3 bidang atas nama istrinya Giyanti, dan 3 bidang milik mertuanya Mukino.

Dwiyanto, ketika dihubungi, belum lama ini, menceritakan, bahwa dia telah mengetahui sejak lama, jika tanah dan rumahnya bakal terkena pembangunan waduk Pidekso, sejak sekitar trahun 2010. Karena itu, kemudian dia membeli tanah di wilayah Desa-nya, yang diperkirakan tidak terkena pembangunan waduk Pidekso.

“Saya tahu sejak ada studi Amdal. Maka saya membeli pekarangan seluas 1200m2 untuk ditempati, seharga Rp20 juta, pada tahuin 2011. Ternyata ada perubahan, ikut terkna juga,” kata Dwiyanto.

Dwiyanto berharap ganti ruginya nanti akan murwat (layak). Selain dia, ada ratusan warga lain bakal terdampak. Untuk fasilitas umum dan sosial, perincianya rumah (220), mushola (4), sekolah (1), PAUD (1), Gereja (1), Pasar Desa (1), Lapangan Olahraga (1), Jembatan (9). (baguss)

Related Post
comments powered by Disqus

Comment

Your email will not be displayed.