Senin, 24 Juli 2017 / 29 Syawal 1438
NEWS TICKER
Foto Pelajar Pose Seronok Beredar di Slogohimo »  Walah….Video Saru Oknum Guru SD Ada Tiga Versi »  Beredar Video saru Oknum Guru SD Lemahbang Kismantoro »  Siswa-Siswi SMAN 1 Baturetno Telanjang Di Sawah Digerebek »  Ternyata Oknum Polisi dan Guru SD Yang Tertangkap Basah Selingkuh Di Videokan »  Foto Seronok Pelajar Siswi SMP Beredar di Baturetno »  Wisata Air Telaga Rowo Batuwarno Dibuka »  Ojo Di Tiru, Guru PNS SMPN 1 Weru Tertangkap Setubuhi Muridnya »  Pabrik Jamu Mebutuhkan Ribuan Ton Empon Pertahun »  Foto Skandal ” Ah – Uh ” Penyanyi Campursari Beredar Di Slogohimo »  Walah…Oknum Polisi dan Guru Tertangkap Basah Mesum Di Tepi Sungai »  Bencana Alam : Tanah Longsor Di Kec.Giriwoyo »  Ya Allah Anak SMP Jual Diri Sekali ‘Begituan’ Rp.10 Ribu »  Akhirnya Pasangan Mesum Di Hutan Jati Donoloyo Terungkap »  70 anak remaja Ikuti Sunatan Masal »  Nita dan Atun Dua Biduan Panggung Lintas AKAP »  Profil : Darto alias Tatot Pete , Calon Kades »  Ini Pengakuannya Siswa-Siswi SMAN 1 Baturetno Yang Digrebeg »  Disiapkan 190 Armada Bus Untuk Mudik Gratis Lebaran Tahun 2013 »  Pelajar Kepergok Bersetubuh Di Kamar Mandi Sekolah » 
 
Home » Tirtomoyo » Warga Dusun Dadapan Iuran Rp.2.150.000 Bangun Jalan
TIRTOMOYO

Warga Dusun Dadapan Iuran Rp.2.150.000 Bangun Jalan

Jumat, 31 Maret 2017 / 3 Rajab 1438 - 1425 Kunjungan

INFOWONOGIRI.COM-TIRTOMOYO-Di Dusun-Dusun di Desa-desa di wilayah Kecamatan Tirtomoyo masih terdapat banyak jalan yang belum diaspal dan atau belum dibeton.




Sehingga jalan jalan di sana tampak alami. Karena jalan jalan masih berupa tanah liat, tanah merah, atau jalan makadam.

Seperti jalan di Dusun Dadapan Desa Sukoharjo Kecamatan Tirtomoyo. Jalan di Dusun Dadapan adalah jalan penghubung antar Dusun Tulakan, Dusun Kebonagung, Dusun Paku wilayah Desa Hargorejo dan Dusun Sendangsari, terus tembus sampai di wilayah Desa Hargosari dan tembus ke wilayah tetangga, Kabupaten Pacitan Jawa Timur.

Wawan Yulianto, warga Desa Sukoharjo, melaporkan, total panjang jalan dusun yang masih alami tanah liat ada sekitar 7Km. “Itu belum termasuk jalan yang sudah dirabat atau dibeton, tetapi sudah rusak,” kata Wawan Yulianto.

Karena masih tanah liat atau tanah merah, maka pada waktu musim hujan, jalannya licik dan becek, dan sulit dilalui sepeda motor. Dalam rangka membangun jalan, warga Dusun Dadapan warga bersepakat swadaya, iuran. Masing masing kepala keluarga dikenai Rp.2.150.000. Hasil iuran digunakan untuk membeli material dan digunakan untuk merabat atau betnisasi jalan. Pengerjaannya dilaksanakan secara gotong royong.

“Ini pyur murni swadaya masyarakat dan iuran anak-anak muda yang bekerja di perantauan,” kata Wawan. (baguss)

Related Post
comments powered by Disqus

Comment

Your email will not be displayed.