Sabtu, 21 Oktober 2017 / 30 Muharram 1439
NEWS TICKER
Foto Pelajar Pose Seronok Beredar di Slogohimo »  Wisata Air Telaga Rowo Batuwarno Dibuka »  Walah….Video Saru Oknum Guru SD Ada Tiga Versi »  Beredar Video saru Oknum Guru SD Lemahbang Kismantoro »  Siswa-Siswi SMAN 1 Baturetno Telanjang Di Sawah Digerebek »  Profil : Darto alias Tatot Pete , Calon Kades »  Ternyata Oknum Polisi dan Guru SD Yang Tertangkap Basah Selingkuh Di Videokan »  Anggota DPRD & Guru MTsN Digrebeg di Dalam Mobil »  Foto Seronok Pelajar Siswi SMP Beredar di Baturetno »  Ojo Di Tiru, Guru PNS SMPN 1 Weru Tertangkap Setubuhi Muridnya »  Pabrik Jamu Mebutuhkan Ribuan Ton Empon Pertahun »  Foto Skandal ” Ah – Uh ” Penyanyi Campursari Beredar Di Slogohimo »  Walah…Oknum Polisi dan Guru Tertangkap Basah Mesum Di Tepi Sungai »  Akhirnya Pasangan Mesum Di Hutan Jati Donoloyo Terungkap »  Bencana Alam : Tanah Longsor Di Kec.Giriwoyo »  Ya Allah Anak SMP Jual Diri Sekali ‘Begituan’ Rp.10 Ribu »  70 anak remaja Ikuti Sunatan Masal »  Nita dan Atun Dua Biduan Panggung Lintas AKAP »  Ini Pengakuannya Siswa-Siswi SMAN 1 Baturetno Yang Digrebeg »  Disiapkan 190 Armada Bus Untuk Mudik Gratis Lebaran Tahun 2013 » 
 
Home » Nasional » Potensi Pertanian Bawang Merah di Wuryantoro
NASIONAL

Potensi Pertanian Bawang Merah di Wuryantoro

Jumat, 10 Maret 2017 / 11 Jamadil Akhir 1438 - 992 Kunjungan
Segelintir petani Wuryantoro mulai memanen bawang merah di lahan pasang surut WGM

Segelintir petani Wuryantoro mulai memanen bawang merah di lahan pasang surut WGM

INFOWONOGIRI.COM-WURYANTORO-Pemerintah Desa Sumberejo Kecamatan Wuryantoro mulai mengembangkan pertanian di wilayah desanya. Jika selama ini petani di sana kebanyakan tanam padi dan singkong, kini mulai beralih menanam bawang merah dan cabe.




Menariknya kedua jenis tanaman itu ditanam di lahan sabuk hijau (grenbelt) atau lahan pasang surut Waduk Gajah Mungkur (WGM). Kepala Desa Sumberejo, Sulardi mengemukakan petani Desa Sumberejo telah bertahun tahun menanam padi di lahan sabuk hijau.

Selama ini, petani mengeluhkan harga jual gabah rendah. Rendahnya harga jual gabah di Wonogiri menjadikan petani pusing. Mengatasi hal itu, Pemerintahan Desa dan gapoktan Sri Rejeki membuat terobosan. Lahan yang semula ditanami padi kini ditanami brambang.

Bahkan sebagian lahan ditanamai cabe (lombok). “Terus terang kami prihatin dengan kondisi petani sekarang. Karena itu, kami bekerja sama dengan Anggota Polsek Wuryantoro memulai bertani bawang merah,” kata Sulardi.

Segelintir petani Wuryantoro mulai memanen bawang merah di lahan pasang surut WGM

Segelintir petani Wuryantoro mulai memanen bawang merah di lahan pasang surut WGM

Loh kok polisi? Anggota polisi itu adalah Bripka Sigit Purwoko. Ternyata Kepala Unit (Kanit) Intelkam Polsek Wuryantoro itu petani. Waktu itu dia mengenalkan tanaman holtikutura bawang merah kepada gapokta Sumberejo.

Lokasi genangan cocok ditanami brambang karena dekat dengan sumber air. Dimulai Januari 2017 lalu, menanam brambang di lahan seluas 1 hektar. Ajang uji coba sekaligus percontohan. Modal Rp.70 juta untuk memeli benih dan tenaga kerja.

Saat ini sudah siap panen sekira 5-6 ton. Hasilnya mencapai Rp.170 juta untuk lahan seluas 1 hektar. Dengan asumsi harga saat ini Rp.40 ribu/kg.

Sementara itu, Sigit Purwoko menceritakan, tanaman bawang merah dipilih, karena secara nasional Presiden RI Joko Widodo menghimbau petani menanam bawang merah dan lombok. Karena bawang merah dan lombok merupakan kebutuhan pokok.

Usianya haya 55 hari. “bandingkan sama tanaman padi. Biaya produksi dan hasilnya,” kata Sigit. Recaaya lahan sabuk hijau seluas 6 hektar akan ditanami bawang semua. Sigit dan Sulardi mengajak petani Sumberejo mengikuti jejaknya. (baguss)

Related Post
comments powered by Disqus

Comment

Your email will not be displayed.