Digital Media Online Wonogiri

Potensi Pertanian Bawang Merah di Wuryantoro

0 24
Segelintir petani Wuryantoro mulai memanen bawang merah di lahan pasang surut WGM
Segelintir petani Wuryantoro mulai memanen bawang merah di lahan pasang surut WGM

INFOWONOGIRI.COM-WURYANTORO-Pemerintah Desa Sumberejo Kecamatan Wuryantoro mulai mengembangkan pertanian di wilayah desanya. Jika selama ini petani di sana kebanyakan tanam padi dan singkong, kini mulai beralih menanam bawang merah dan cabe.

Menariknya kedua jenis tanaman itu ditanam di lahan sabuk hijau (grenbelt) atau lahan pasang surut Waduk Gajah Mungkur (WGM). Kepala Desa Sumberejo, Sulardi mengemukakan petani Desa Sumberejo telah bertahun tahun menanam padi di lahan sabuk hijau.

Selama ini, petani mengeluhkan harga jual gabah rendah. Rendahnya harga jual gabah di Wonogiri menjadikan petani pusing. Mengatasi hal itu, Pemerintahan Desa dan gapoktan Sri Rejeki membuat terobosan. Lahan yang semula ditanami padi kini ditanami brambang.

Bahkan sebagian lahan ditanamai cabe (lombok). “Terus terang kami prihatin dengan kondisi petani sekarang. Karena itu, kami bekerja sama dengan Anggota Polsek Wuryantoro memulai bertani bawang merah,” kata Sulardi.

Segelintir petani Wuryantoro mulai memanen bawang merah di lahan pasang surut WGM
Segelintir petani Wuryantoro mulai memanen bawang merah di lahan pasang surut WGM

Loh kok polisi? Anggota polisi itu adalah Bripka Sigit Purwoko. Ternyata Kepala Unit (Kanit) Intelkam Polsek Wuryantoro itu petani. Waktu itu dia mengenalkan tanaman holtikutura bawang merah kepada gapokta Sumberejo.

Lokasi genangan cocok ditanami brambang karena dekat dengan sumber air. Dimulai Januari 2017 lalu, menanam brambang di lahan seluas 1 hektar. Ajang uji coba sekaligus percontohan. Modal Rp.70 juta untuk memeli benih dan tenaga kerja.

Saat ini sudah siap panen sekira 5-6 ton. Hasilnya mencapai Rp.170 juta untuk lahan seluas 1 hektar. Dengan asumsi harga saat ini Rp.40 ribu/kg.

Sementara itu, Sigit Purwoko menceritakan, tanaman bawang merah dipilih, karena secara nasional Presiden RI Joko Widodo menghimbau petani menanam bawang merah dan lombok. Karena bawang merah dan lombok merupakan kebutuhan pokok.

Usianya haya 55 hari. “bandingkan sama tanaman padi. Biaya produksi dan hasilnya,” kata Sigit. Recaaya lahan sabuk hijau seluas 6 hektar akan ditanami bawang semua. Sigit dan Sulardi mengajak petani Sumberejo mengikuti jejaknya. (baguss)