Digital Media Online Wonogiri

Awasss BMT Fi Sabilillah Meledak

0 22

 

Dwi Sudarsono Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Dinas KUKM dan Perindag Kabupaten Wonogiri.
Dwi Sudarsono Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Dinas KUKM dan Perindag Kabupaten Wonogiri.

INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Baitul Mall wa-Tammwil (BMT) Fi Sabilillah Kecamatan Slogohimo meledak. Ratusan nasabah terancam kehilangan tabungannya sendiri. Karena BMT ini pailit.

 

Jumlah anggota dan nasabah “korban” kerugian BMT ini mencapai 650-an orang anggota, sebanyak 287 diantaranya anggota. Kerugian hamper mencapai Rp.17 Milyar. Angka pastinyaRp.16.934.304.910. Angka kerugian itu baru versi tim yang dibentuk anggota. Belum dihitung oleh lembaha audit keuangan independent.

 

Kini masalah itu ditangani kuasa hukum LBH Kompas-HAM dan Dinas KUKM dan Perindag Kabupaten Wonogiri. Kepala KUKM dan Perindag Kabupaten Wonogiri Guruh Santoso melalui Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Dwi Sudarsono berpendapat telah terjadi pelanggaran undang undang perbankan di dalam BMT Fi Sabilillah.

 

Pengelola BMT Sabilillah terindikasi melanggar UURI nomor 10 tahun 1998tentang Perubahan atas UU nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan. BMT itu tidak berhak menghimpun dana masyarakat. Faktanya BMT menghimpun dana masyarakat.

 

Total dana masyarakat terkumpul hamper mencapai Rp.17 Milyar. Parahnya, ketika masyarakat akan mengambil tabungannya sendiri, kas BMT itu dalam keadaan kosong, tidak ada uang, hanya ada angka-angka saja.

 

Terungkapnya kasus tersebut, ketika sepekan lalu, sejumlah anggota dan atau nasabah BMT Fi Sabilillah mengadukan masalah itu ke KUKM dan Perindag Kabupaten Wonogiri. Jumlah pengadu awalnya hanya beberapa saja. Kini mencapai ratusan orang.

 

“Sejak November 2016 sudah mulai terjadi penarikan uang besar besaran, dan tidak ada uang, sampai akhirnya tidak ada uang sama sekali (rush money),” tambah Kasi Pengawasan Dwi Anggarumsih Sapti Yuniasih. (baguss)

 

Leave A Reply