Selasa, 25 April 2017 / 28 Rajab 1438
NEWS TICKER
Foto Pelajar Pose Seronok Beredar di Slogohimo »  Walah….Video Saru Oknum Guru SD Ada Tiga Versi »  Beredar Video saru Oknum Guru SD Lemahbang Kismantoro »  Ternyata Oknum Polisi dan Guru SD Yang Tertangkap Basah Selingkuh Di Videokan »  Siswa-Siswi SMAN 1 Baturetno Telanjang Di Sawah Digerebek »  Foto Seronok Pelajar Siswi SMP Beredar di Baturetno »  Ojo Di Tiru, Guru PNS SMPN 1 Weru Tertangkap Setubuhi Muridnya »  Pabrik Jamu Mebutuhkan Ribuan Ton Empon Pertahun »  Walah…Oknum Polisi dan Guru Tertangkap Basah Mesum Di Tepi Sungai »  Foto Skandal ” Ah – Uh ” Penyanyi Campursari Beredar Di Slogohimo »  Bencana Alam : Tanah Longsor Di Kec.Giriwoyo »  Ya Allah Anak SMP Jual Diri Sekali ‘Begituan’ Rp.10 Ribu »  70 anak remaja Ikuti Sunatan Masal »  Akhirnya Pasangan Mesum Di Hutan Jati Donoloyo Terungkap »  Nita dan Atun Dua Biduan Panggung Lintas AKAP »  Wisata Air Telaga Rowo Batuwarno Dibuka »  Ini Pengakuannya Siswa-Siswi SMAN 1 Baturetno Yang Digrebeg »  Disiapkan 190 Armada Bus Untuk Mudik Gratis Lebaran Tahun 2013 »  Pelajar Kepergok Bersetubuh Di Kamar Mandi Sekolah »  Istri Pegawai Kejaksaan Guru PNS Selingkuh Digrebeg Massa » 
 
Home » Slogohimo » Awasss BMT Fi Sabilillah Meledak
SLOGOHIMO

Awasss BMT Fi Sabilillah Meledak

Selasa, 31 Januari 2017 / 3 Jamadil Uula 1438 - 3628 Kunjungan

 

Dwi Sudarsono Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Dinas KUKM dan Perindag Kabupaten Wonogiri.

Dwi Sudarsono Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Dinas KUKM dan Perindag Kabupaten Wonogiri.

INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Baitul Mall wa-Tammwil (BMT) Fi Sabilillah Kecamatan Slogohimo meledak. Ratusan nasabah terancam kehilangan tabungannya sendiri. Karena BMT ini pailit.

 

Jumlah anggota dan nasabah “korban” kerugian BMT ini mencapai 650-an orang anggota, sebanyak 287 diantaranya anggota. Kerugian hamper mencapai Rp.17 Milyar. Angka pastinyaRp.16.934.304.910. Angka kerugian itu baru versi tim yang dibentuk anggota. Belum dihitung oleh lembaha audit keuangan independent.

 

Kini masalah itu ditangani kuasa hukum LBH Kompas-HAM dan Dinas KUKM dan Perindag Kabupaten Wonogiri. Kepala KUKM dan Perindag Kabupaten Wonogiri Guruh Santoso melalui Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Dwi Sudarsono berpendapat telah terjadi pelanggaran undang undang perbankan di dalam BMT Fi Sabilillah.

 

Pengelola BMT Sabilillah terindikasi melanggar UURI nomor 10 tahun 1998tentang Perubahan atas UU nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan. BMT itu tidak berhak menghimpun dana masyarakat. Faktanya BMT menghimpun dana masyarakat.

 

Total dana masyarakat terkumpul hamper mencapai Rp.17 Milyar. Parahnya, ketika masyarakat akan mengambil tabungannya sendiri, kas BMT itu dalam keadaan kosong, tidak ada uang, hanya ada angka-angka saja.

 

Terungkapnya kasus tersebut, ketika sepekan lalu, sejumlah anggota dan atau nasabah BMT Fi Sabilillah mengadukan masalah itu ke KUKM dan Perindag Kabupaten Wonogiri. Jumlah pengadu awalnya hanya beberapa saja. Kini mencapai ratusan orang.

 

“Sejak November 2016 sudah mulai terjadi penarikan uang besar besaran, dan tidak ada uang, sampai akhirnya tidak ada uang sama sekali (rush money),” tambah Kasi Pengawasan Dwi Anggarumsih Sapti Yuniasih. (baguss)

 




Related Post
comments powered by Disqus
  • Kun Prastowo says:

    BMT Sabilillah Slogohimo, Bermasalah

    Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Baitul Mall wa-Tamwil (BMT) Sabilillah Kecamatan Slogohimo disinyalir menjadi lembaga keungan yang sistemik, artinya diambang kepailitan. Ratusan nasabah terancam kehilangan tabungannya sendiri. Karena BMT ini diduga mengalami kerugian yang sangat besar.

    Jumlah anggota atau nasabah “korban” kerugian BMT ini mencapai 650-an orang, sebanyak 287 diantaranya anggota. Kerugian dilaporkan mencapai Rp 16,9 milyar. Angka kerugian itu versi LBH Kompas HHAM yang menjadi kuasa hukum Sidik Pramono, Pengelola BMT Sabilillah, sebagaimana disampaikan oleh Budi Sularyono SH selaku Ketua Kuasa Hukum, dan belum dihitung oleh lembaga audit keuangan independent.

    Kini masalah itu ditangani oleh Tim Likuiditas BMT Sabilillah yang terdiri dari perwakilan anggota (nasabah) dengan Ketua H Soeparno HM, kuasa hukum MBT Sabilillah dan Dinas Perindagkop UKM Kabupaten Wonogiri.

    Kepala Dinas Perindagkop UKM Kabupaten Wonogiri, Guruh Santoso melalui Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro, Dwi Sudarsono berpendapat bahwa BMT Sabilillah telah melanggar Undang-Undang Perbankan dan Undang-Undang Lembaga Keuangan Mikro.

    Pengelola BMT Sabilillah terindikasi melanggar UU Nomor 10 tahun 1998 dan perubahan atas UU Nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan. BMT yang berbadan hukum koperasi tidak berhak menghimpun dana masyarakat, namun faktanya BMT Sabilillah menghimpun dana masyarakat. Total dana masyarakat terkumpul mencapai Rp 20,4 milyar.

    Parahnya, ketika masyarakat akan mengambil tabungannya sendiri, kas BMT itu dalam keadaan kosong, tidak ada uang, hanya ada angka-angka saja.

    Terungkapnya kasus tersebut, akhir tahun lalu, sejumlah anggota dan atau nasabah BMT Sabilillah mengadukan masalah itu ke Dinas Perindagkop UKM Kabupaten Wonogiri. Jumlah pengadu awalnya hanya beberapa saja, kini mencapai ratusan orang.

    “Sejak November 2016 sudah mulai terjadi penarikan uang besar besaran, dan tidak ada uang, sampai akhirnya tidak ada uang sama sekali (rush money),” tambah Kasi Pengawasan, Dwi Anggarumsih Sapti Yuniasih.

    “Kami mewakili anggota tengah menyiapkan konsep build-in dalam menyelamatkan BMT Sabilillah dari kondisi sistemik tersebut, walau upaya ini akan memerlukan waktu yang cukup lama. Mekanisme build-in adalah rencana aksi untuk mengatasi permasalahan yang disinyalir gagal (sistemik) dengan melibatkan semua sumber daya yang ada semaksimal mungkin,” ujar H Soeparno HM, selaku Ketua Tim Likuiditas.

    Laporan keuangan versi kuasa hukum dari Sidik Pramono, Pengelola BMT Sabilillah, sebagaimana disampaikan oleh Budi Sularyono SH akan dicermati karena dirasa masih banyak menimbulkan berbagai pertanyaan dan akan dilakukan klarifikasi lebih lanjut pada saat pertemuan ketiga (Selasa, 14 Pebruari) di kantor Dinas Perindagkop UKM Kabupaten Wonogiri, tambah H Soeparno HM.

Comment

Your email will not be displayed.