Kamis, 24 Agustus 2017 / 1 Djulhijjah 1438
NEWS TICKER
Foto Pelajar Pose Seronok Beredar di Slogohimo »  Walah….Video Saru Oknum Guru SD Ada Tiga Versi »  Beredar Video saru Oknum Guru SD Lemahbang Kismantoro »  Siswa-Siswi SMAN 1 Baturetno Telanjang Di Sawah Digerebek »  Ternyata Oknum Polisi dan Guru SD Yang Tertangkap Basah Selingkuh Di Videokan »  Wisata Air Telaga Rowo Batuwarno Dibuka »  Foto Seronok Pelajar Siswi SMP Beredar di Baturetno »  Anggota DPRD & Guru MTsN Digrebeg di Dalam Mobil »  Ojo Di Tiru, Guru PNS SMPN 1 Weru Tertangkap Setubuhi Muridnya »  Pabrik Jamu Mebutuhkan Ribuan Ton Empon Pertahun »  Profil : Darto alias Tatot Pete , Calon Kades »  Foto Skandal ” Ah – Uh ” Penyanyi Campursari Beredar Di Slogohimo »  Walah…Oknum Polisi dan Guru Tertangkap Basah Mesum Di Tepi Sungai »  Bencana Alam : Tanah Longsor Di Kec.Giriwoyo »  Akhirnya Pasangan Mesum Di Hutan Jati Donoloyo Terungkap »  Ya Allah Anak SMP Jual Diri Sekali ‘Begituan’ Rp.10 Ribu »  70 anak remaja Ikuti Sunatan Masal »  Nita dan Atun Dua Biduan Panggung Lintas AKAP »  Ini Pengakuannya Siswa-Siswi SMAN 1 Baturetno Yang Digrebeg »  Disiapkan 190 Armada Bus Untuk Mudik Gratis Lebaran Tahun 2013 » 
 
Home » karangtengah » Mundur Dari Kades, Pilih Sebagai Pendakwah
KARANGTENGAH

Mundur Dari Kades, Pilih Sebagai Pendakwah

Kamis, 6 Oktober 2016 / 4 Muharram 1438 - 2945 Kunjungan
Sapto mantan Kepala Desa Karangtengah Kecamatan Karangtengah

Sapto mantan Kepala Desa Karangtengah Kecamatan Karangtengah

INFOWONOGIRI.COM-KARANGTENGAH-Sapto (51th) mundur dari jabatannya sebagai Kepala Desa Karangtengah Kecamatan Karangtengah.

Amanah Kades telah diemban selama 9,6 tahun. Tersisa sekira 2,6 tahun. Dia mundur sejak Juni 2016 lalu. Alasan utama mundur sebagai Kades karena dia diangkat menjadi Penyuluh Agama Islam di Kantor Kementrian Agama (Kakemenag) Kabupaten Wonogiri. Tugas di wilayah Kecamatan Karangtengah.




Alasan lain, yang juga mendasar adalah, secara politis jabatan Kades Karangtengah, ternyata sangat tidak nyaman. Karena kekuasaan dan kewenangan diinterfensi oleh tokoh politik dari salah satu partai politik. Namun ayah empat anak ini meminta parpol dimaksud dirahasiakan.

Menurutnya, sebagai penyuluh, lebih leluasa dan lentur untuk berdakwah agama. Yaitu mengajak kepada kebaikan dan mengajak orang islam melaksanakan ajarannya.

“Tugas penyuluh mengajak orang islam menegakkan sholat dengan benar,” kata Sapto yang telah mendaftar sebagai Penyuluh sejak 1992 ini.

Dalam hal kesejahteraan, Kades berhak menerima Tamsil Rp.2,8 Juta perbulan dan bengkok 3 Hektar. Sedangkan penyuluh hanya mendapatkan honor Rp.2 Juta perbulan. Namun ia tidak berhitung angka. Hitungan Allah diyakini jauh lebih pasti.

Katanya selama menjadi Kades, ia sama sekali belum bisa memperbaiki rumahnya. Ketika akan membangun rumah atau membeli sesuatu khawatir disangka korupsi. Ia ingin menghindari prasangka.

Setelah menjadi penyuluh, Ia berharap bisa memerbaiki rumah dan menyekolahkan anak. “Insha Allah honor dari penyuluh cukup untuk menyekolahkan anak, dan untuk kebutuhan keluarga,” harapnya. Selain dari honor, dia berharap hasil pertanian dapat menopang hidupnya. (baguss)

Related Post
comments powered by Disqus

Comment

Your email will not be displayed.