Sabtu, 5 September 2015 / 21 Djulqa'dah 1436
NEWS TICKER
Walah….Video Saru Oknum Guru SD Ada Tiga Versi »  Foto Pelajar Pose Seronok Beredar di Slogohimo »  Beredar Video saru Oknum Guru SD Lemahbang Kismantoro »  Ternyata Oknum Polisi dan Guru SD Yang Tertangkap Basah Selingkuh Di Videokan »  Walah…Oknum Polisi dan Guru Tertangkap Basah Mesum Di Tepi Sungai »  Foto Seronok Pelajar Siswi SMP Beredar di Baturetno »  70 anak remaja Ikuti Sunatan Masal »  Nita dan Atun Dua Biduan Panggung Lintas AKAP »  Disiapkan 190 Armada Bus Untuk Mudik Gratis Lebaran Tahun 2013 »  Bencana Alam : Tanah Longsor Di Kec.Giriwoyo »  Ojo Di Tiru, Guru PNS SMPN 1 Weru Tertangkap Setubuhi Muridnya »  Akhirnya Pasangan Mesum Di Hutan Jati Donoloyo Terungkap »  Foto Skandal ” Ah – Uh ” Penyanyi Campursari Beredar Di Slogohimo »  Pabrik Jamu Mebutuhkan Ribuan Ton Empon Pertahun »  Heboh! Diduga Foto Bugil Kapolsek, Bikin Gempar Wonogiri »  Lakalantas Di Ngadirojo : 1 Orang Meninggal Dunia & 2 Orang Luka Berat »  Hebohnya Penggerebegan Adegan Pasangan Selingkuh Di Hutan Donoloyo »  Lagi Mesum, Pasangan Selingkuh Digrebek Warga »  Tak Kuat Jadi Wakil Rakyat, Anggota Fraksi PKS DPRD Wonogiri Pilih Mundur »  Jemani Mulai Menggeliat Lagi » 
 
Home » News » Harga Cengkeh Kering Mencapai Rp.115 ribu
NEWS

Harga Cengkeh Kering Mencapai Rp.115 ribu

Minggu, 30 September 2012 / 14 Djulqa'dah 1433 - 1078 Kunjungan

Kebun Cengkeh di Slogohimo| Foto Sugiyarno

infowonogiri.com – SLOGOHIMO – Sebagian besar penduduk di Dusun Ngrapah Desa Setren Kecamatan Slogohimo bekerja bertani. Sebagian penduduk lainnya merantau ke luar kota hingga ke luar luar pulau.

Bagi yang bertani rata rata penduduk setempat mempunyai lahan perkebunan yang cukup luas. Tanah pertanian di wilayah Desa setempat sangat subur. Karena pengairan di sana melimpah. Sebagian menanam sayur, buah-buahan di segala musim, tembakau dan menanam cengkeh.

Pada saat musim kemarau seperti saat ini, banyak petani yang beralih dari menanam sayuran ke tanaman tembakau. Namun, sayangnya tanaman tembakau saat ini bisa dibilang gagal panen. sehingga mengecewakan petani.

Beruntung pada tahun ini tanaman cengkeh sedang panen raya. Hampir setiap ladang atau pekarangan warga setempat terdapat pohon cengkehnya. Hampir setiap kepala keluarga memiliki pohon cengkeh. Setiap rumah minimal memiliki lima batang pohon cengkeh.

Bahkan banyak penduduk yang memiiki pohon cengkeh yang berjumlah puluhan, ada juga yang memiliki sampai dengan seratus batang pohon cengkeh. Semua yang dihasilkan dari pohon cengkeh bermanfaat dan bernilai tinggi.

Misalnya, mulai dari daunnya, tangkai (gagang) cengkeh dan juga cengkehnya. Semuanya laku terjual. Sehingga tanaman cengkeh di Desa setempat menjadi tanaman unggulan bagi penduduk setempat. Menanam dan merawatnyapun relatif mudah. Tampa perlakukan yang rumit.

Harga daun cengkeh kering Rp 1.000,- perkilogram, gagang cengkeh Rp.8.000,- perkilogram, cengkeh basah Rp.39.000,- perkilogram dan cengkeh kering Rp.115.000,- perkilogram. Jualnya pun tidak sulit. Pembeli datang tanpa diundang.

Menjual cengkeh tidak sulit, baik yang basah maupun yang kering bisa dijual kapapun, dan di manapaun. “Sedangkan daun cengkeh sebulan sekali sudah ada yang ambil,” ujar Jianto ayah tiga anak warga Dusun Ngrapah Desa Setren Kecamatan Slogohimo.

Bagi pemilik kebun cengkeh yang luas, saat musim panen raya seperti saat ini, mereka sangat membutuhkan tenaga jasa pemetik cengkeh. Para pemetik cengkeh sebagian dari penduduk Des setempat, sebagian dari Desa lain.

Dalam sehari seorang pemetik cengkeh mampu memetik cengkeh sebanyak dua karung. Mereka bekerja mulai pukul 07.00 Wib hingga 16.00 Wib.  Upah memetik cengkeh Rp.50.000,- perhari perorang.[n420]

Related Post
comments powered by Disqus

Comment

Your email will not be displayed.