Rabu, 24 Agustus 2016 / 20 Djulqa'dah 1437
NEWS TICKER
Foto Pelajar Pose Seronok Beredar di Slogohimo »  Walah….Video Saru Oknum Guru SD Ada Tiga Versi »  Beredar Video saru Oknum Guru SD Lemahbang Kismantoro »  Ternyata Oknum Polisi dan Guru SD Yang Tertangkap Basah Selingkuh Di Videokan »  Siswa-Siswi SMAN 1 Baturetno Telanjang Di Sawah Digerebek »  Foto Seronok Pelajar Siswi SMP Beredar di Baturetno »  Ojo Di Tiru, Guru PNS SMPN 1 Weru Tertangkap Setubuhi Muridnya »  Walah…Oknum Polisi dan Guru Tertangkap Basah Mesum Di Tepi Sungai »  Bencana Alam : Tanah Longsor Di Kec.Giriwoyo »  70 anak remaja Ikuti Sunatan Masal »  Ya Allah Anak SMP Jual Diri Sekali ‘Begituan’ Rp.10 Ribu »  Nita dan Atun Dua Biduan Panggung Lintas AKAP »  Pabrik Jamu Mebutuhkan Ribuan Ton Empon Pertahun »  Foto Skandal ” Ah – Uh ” Penyanyi Campursari Beredar Di Slogohimo »  Akhirnya Pasangan Mesum Di Hutan Jati Donoloyo Terungkap »  Disiapkan 190 Armada Bus Untuk Mudik Gratis Lebaran Tahun 2013 »  Ini Pengakuannya Siswa-Siswi SMAN 1 Baturetno Yang Digrebeg »  Pelajar Kepergok Bersetubuh Di Kamar Mandi Sekolah »  Wisata Air Telaga Rowo Batuwarno Dibuka »  Lakalantas Di Ngadirojo : 1 Orang Meninggal Dunia & 2 Orang Luka Berat » 
 
Home » Kuliner » Banyak Produk Wonogiri Belum Berlabel dan Berkemasan
KULINER

Banyak Produk Wonogiri Belum Berlabel dan Berkemasan

Rabu, 30 Mei 2012 / 9 Rajab 1433 - 467 Kunjungan

Pelatihan Mengemas Produk Lokal Berbahan Tepung Wonocaf-Foto:bagus

infowonogiri.com-WONOGIRI-Penduduk Wonogiri banyak yang mampu mengolah makanan khas lokal Wonogiri, namun masih terdapat banyak produk lokal yang belum mempunyai label dan kemasan. Padahal, jika ingin berhasil menembus pasar modern lokal, nasional dan internasional, kemasan dan label menjadi faktor terpenting setelah rasa. Label dan kemasan juga berkaitan dengan “brand” produk lokal.

Brand atau image manakala jelek, maka produkpun jelek, dan menjadi tidak mempunyai nilai jual tinggi.

Itulah salah satu materi pelatihan pengemasan dan labelisasi makanan olahan di balai Desa Sumberejo, Kecamatan Wuryantoro, Wonogiri, Rabu (30/5) siang. Pelatihan digelar oleh Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Diperindagkop UMKM) Wonogiri melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Kabid Perindustrian, Gunawan mengungkapkan, para perajin biasanya hanya mengemas produknya tatkala dipasarkan di luar desa atau daerah lain.

Produk-produk yang telah dipasarkan ke daerah lain terkadang juga dijual dalam bentuk curah. Di kota lain, produk itu dikemas lalu diberi label baru. Hasilnya, produk tersebut menjadi lebih dikenal sebagai produk kota lain.

Karena itu pelatihan bertujuan agar perajin mampu mengemas sendiri produk mereka. Kegiatan itu diadakan di Sumberejo dan Pulutan Wetan, Kecamatan Wuryantoro. Kedua desa dipilih karena merupakan program DBHCHT untuk daerah penghasil tembakau.

Jika sudah dikemas dengan baik, daya saing produk akan meningkat. Adapun untuk menembus toko modern atau supermarket, perajin perlu mencantumkan nomor PIRT (Perusahaan Industri Rumah Tangga). Nomor PIRT itu diperoleh dari Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) dengan rekomendasi dari Dinas Kesehatan.

Kepala Desa Sumberejo, Tardi mengatakan, desanya menjadi salah satu penghasil tembakau. Terdapat 35 petani dan delapan hektare lahan tembakau di desa itu. Pada umumnya, produk makanan olahan yang ada berupa pangsit, donat, onde-onde, keripik tempe, keripik singkong, roti, ampyang, roti, rambak, presto ikan, kerupuk, dan karak. [bagus@infowonogiri.com]

Related Post
comments powered by Disqus

Comment

Your email will not be displayed.