Rabu, 1 Juli 2015
NEWS TICKER
Walah….Video Saru Oknum Guru SD Ada Tiga Versi »  Foto Pelajar Pose Seronok Beredar di Slogohimo »  Beredar Video saru Oknum Guru SD Lemahbang Kismantoro »  Ternyata Oknum Polisi dan Guru SD Yang Tertangkap Basah Selingkuh Di Videokan »  Walah…Oknum Polisi dan Guru Tertangkap Basah Mesum Di Tepi Sungai »  Foto Seronok Pelajar Siswi SMP Beredar di Baturetno »  70 anak remaja Ikuti Sunatan Masal »  Nita dan Atun Dua Biduan Panggung Lintas AKAP »  Disiapkan 190 Armada Bus Untuk Mudik Gratis Lebaran Tahun 2013 »  Bencana Alam : Tanah Longsor Di Kec.Giriwoyo »  Ojo Di Tiru, Guru PNS SMPN 1 Weru Tertangkap Setubuhi Muridnya »  Akhirnya Pasangan Mesum Di Hutan Jati Donoloyo Terungkap »  Foto Skandal ” Ah – Uh ” Penyanyi Campursari Beredar Di Slogohimo »  Heboh! Diduga Foto Bugil Kapolsek, Bikin Gempar Wonogiri »  Pabrik Jamu Mebutuhkan Ribuan Ton Empon Pertahun »  Lakalantas Di Ngadirojo : 1 Orang Meninggal Dunia & 2 Orang Luka Berat »  Hebohnya Penggerebegan Adegan Pasangan Selingkuh Di Hutan Donoloyo »  Lagi Mesum, Pasangan Selingkuh Digrebek Warga »  Jemani Mulai Menggeliat Lagi »  Tak Kuat Jadi Wakil Rakyat, Anggota Fraksi PKS DPRD Wonogiri Pilih Mundur » 
 
Home » Kuliner » Banyak Produk Wonogiri Belum Berlabel dan Berkemasan
KULINER

Banyak Produk Wonogiri Belum Berlabel dan Berkemasan

Rabu, 30 Mei 2012 - 207 Kunjungan

Pelatihan Mengemas Produk Lokal Berbahan Tepung Wonocaf-Foto:bagus

infowonogiri.com-WONOGIRI-Penduduk Wonogiri banyak yang mampu mengolah makanan khas lokal Wonogiri, namun masih terdapat banyak produk lokal yang belum mempunyai label dan kemasan. Padahal, jika ingin berhasil menembus pasar modern lokal, nasional dan internasional, kemasan dan label menjadi faktor terpenting setelah rasa. Label dan kemasan juga berkaitan dengan “brand” produk lokal.

Brand atau image manakala jelek, maka produkpun jelek, dan menjadi tidak mempunyai nilai jual tinggi.

Itulah salah satu materi pelatihan pengemasan dan labelisasi makanan olahan di balai Desa Sumberejo, Kecamatan Wuryantoro, Wonogiri, Rabu (30/5) siang. Pelatihan digelar oleh Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Diperindagkop UMKM) Wonogiri melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Kabid Perindustrian, Gunawan mengungkapkan, para perajin biasanya hanya mengemas produknya tatkala dipasarkan di luar desa atau daerah lain.

Produk-produk yang telah dipasarkan ke daerah lain terkadang juga dijual dalam bentuk curah. Di kota lain, produk itu dikemas lalu diberi label baru. Hasilnya, produk tersebut menjadi lebih dikenal sebagai produk kota lain.

Karena itu pelatihan bertujuan agar perajin mampu mengemas sendiri produk mereka. Kegiatan itu diadakan di Sumberejo dan Pulutan Wetan, Kecamatan Wuryantoro. Kedua desa dipilih karena merupakan program DBHCHT untuk daerah penghasil tembakau.

Jika sudah dikemas dengan baik, daya saing produk akan meningkat. Adapun untuk menembus toko modern atau supermarket, perajin perlu mencantumkan nomor PIRT (Perusahaan Industri Rumah Tangga). Nomor PIRT itu diperoleh dari Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) dengan rekomendasi dari Dinas Kesehatan.

Kepala Desa Sumberejo, Tardi mengatakan, desanya menjadi salah satu penghasil tembakau. Terdapat 35 petani dan delapan hektare lahan tembakau di desa itu. Pada umumnya, produk makanan olahan yang ada berupa pangsit, donat, onde-onde, keripik tempe, keripik singkong, roti, ampyang, roti, rambak, presto ikan, kerupuk, dan karak. [bagus@infowonogiri.com]

Related Post
comments powered by Disqus

Comment

Your email will not be displayed.