Senin, 26 September 2016 / 23 Djulhijjah 1437
NEWS TICKER
Foto Pelajar Pose Seronok Beredar di Slogohimo »  Walah….Video Saru Oknum Guru SD Ada Tiga Versi »  Beredar Video saru Oknum Guru SD Lemahbang Kismantoro »  Ternyata Oknum Polisi dan Guru SD Yang Tertangkap Basah Selingkuh Di Videokan »  Siswa-Siswi SMAN 1 Baturetno Telanjang Di Sawah Digerebek »  Foto Seronok Pelajar Siswi SMP Beredar di Baturetno »  Ojo Di Tiru, Guru PNS SMPN 1 Weru Tertangkap Setubuhi Muridnya »  Walah…Oknum Polisi dan Guru Tertangkap Basah Mesum Di Tepi Sungai »  Bencana Alam : Tanah Longsor Di Kec.Giriwoyo »  70 anak remaja Ikuti Sunatan Masal »  Pabrik Jamu Mebutuhkan Ribuan Ton Empon Pertahun »  Ya Allah Anak SMP Jual Diri Sekali ‘Begituan’ Rp.10 Ribu »  Foto Skandal ” Ah – Uh ” Penyanyi Campursari Beredar Di Slogohimo »  Nita dan Atun Dua Biduan Panggung Lintas AKAP »  Akhirnya Pasangan Mesum Di Hutan Jati Donoloyo Terungkap »  Disiapkan 190 Armada Bus Untuk Mudik Gratis Lebaran Tahun 2013 »  Ini Pengakuannya Siswa-Siswi SMAN 1 Baturetno Yang Digrebeg »  Wisata Air Telaga Rowo Batuwarno Dibuka »  Pelajar Kepergok Bersetubuh Di Kamar Mandi Sekolah »  Lakalantas Di Ngadirojo : 1 Orang Meninggal Dunia & 2 Orang Luka Berat » 
 
Home » Kriminal » Pensiunan Kemenag Tertipu
KRIMINAL

Pensiunan Kemenag Tertipu

Sabtu, 7 April 2012 / 15 Jamadil Uula 1433 - 272 Kunjungan

infowonogiri.com-WONOGIRI-Sihnano (75) pensiunan Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Wonogiri menjadi korban penipuan. Akibatnya, warga Jl Pelem II No 25 Kajen Giripurwo Wonogiri itu merugi Rp.200 ribu.

Ceritanya, saat membaca koran di teras rumah, Kamis (7/4) siang lalu, ia didatangi seseorang yang mengaku bernama Hardi. Hardi datang mengendarai moge (motor gede). Hardi tampak ramah dan sok akrab.

Hardi mengaku PNS Bappeda Pemda Wonogiri. Hardi menyebutkan nama-nama pejabat Pemda Wonogiri yang dikenalinya. Antara lain Pranoto, dulu di Bappeda kini di Disbudparpora, Lakgiyatmo pensiunan BPKD dan mantan Sekda Suprapto dll.

Disebutkan pula nama-nama mantan pejabat Setwan. Di saat ngobrol, Hardi mengeluarkan dompet dari kantongnya, lalu menghitung uang pecahan ratusan ribu dan lima puluhan ribu, serta beberapa pecahan uang lain di kantongnya.

Belakangan, dia bercerita sedang butuh uang sekitar Rp.1 Juta hingga Rp. 2 Juta untuk bayar servise Toyota Kijang Super di bengkel Kenanga. Ia datang untuk meminjam uang kepada Sihnano. Namun Sihnano mengatakan tidak punya uang sebanyak itu.

Hardi berjanji segera membayarnya kembali. Terpengaruh bual manisnya Hardi, Sihnano meminjami Rp.200 ribu. Namun ditunggu sampai sore hingga berganti hari, Hardi tak kembali. Dicek ke Bengkel Kenanga, ternyata tidak ada nama Hardi service mobil disana.

Sihnano mengaku tidak melaporkan masalah itu ke polisi. Sihnano sempat mencatat nopol kendarannya, AD 4626 FT. “Kerugian saya tidak banyak, biar tidak dialami oleh orang lain, jika sewaktu-waktu ada modus seperti itu jangan dilayani,” ujar Sihnano. (bagus@infowonogiri.com)

Related Post
comments powered by Disqus

Comment

Your email will not be displayed.