Rabu, 29 Juli 2015 / 12 Syawal 1436
NEWS TICKER
Walah….Video Saru Oknum Guru SD Ada Tiga Versi »  Foto Pelajar Pose Seronok Beredar di Slogohimo »  Beredar Video saru Oknum Guru SD Lemahbang Kismantoro »  Ternyata Oknum Polisi dan Guru SD Yang Tertangkap Basah Selingkuh Di Videokan »  Walah…Oknum Polisi dan Guru Tertangkap Basah Mesum Di Tepi Sungai »  Foto Seronok Pelajar Siswi SMP Beredar di Baturetno »  70 anak remaja Ikuti Sunatan Masal »  Nita dan Atun Dua Biduan Panggung Lintas AKAP »  Disiapkan 190 Armada Bus Untuk Mudik Gratis Lebaran Tahun 2013 »  Bencana Alam : Tanah Longsor Di Kec.Giriwoyo »  Ojo Di Tiru, Guru PNS SMPN 1 Weru Tertangkap Setubuhi Muridnya »  Akhirnya Pasangan Mesum Di Hutan Jati Donoloyo Terungkap »  Foto Skandal ” Ah – Uh ” Penyanyi Campursari Beredar Di Slogohimo »  Pabrik Jamu Mebutuhkan Ribuan Ton Empon Pertahun »  Heboh! Diduga Foto Bugil Kapolsek, Bikin Gempar Wonogiri »  Lakalantas Di Ngadirojo : 1 Orang Meninggal Dunia & 2 Orang Luka Berat »  Hebohnya Penggerebegan Adegan Pasangan Selingkuh Di Hutan Donoloyo »  Lagi Mesum, Pasangan Selingkuh Digrebek Warga »  Tak Kuat Jadi Wakil Rakyat, Anggota Fraksi PKS DPRD Wonogiri Pilih Mundur »  Jemani Mulai Menggeliat Lagi » 
 
Home » News » Gagal Ujian Praktek SIM C Diberi Kesempatan Mengulang
NEWS

Gagal Ujian Praktek SIM C Diberi Kesempatan Mengulang

Sabtu, 11 Februari 2012 / 18 Rabiul Uula 1433 - 766 Kunjungan

infowonogiri.com-WONOGIRI-Kasatlantas Joeharno, mengemukakan bahwa kepemilikan SIM adalah bukti kompetisi seseorang dalam berkendara. Bicara soal kegagalan praktek. Kebanyakan pemohon berhasil melalui tahapan permohonan SIM. Yaitu tes kesehatan kir dokter, pengisian blanko data pribadi, membayar resi.

Tahap selanjutnya, juga banyak yang lulus ujian teori. Untuk pemohon SIM C ujian teori digelar masal antara 7-10 pemohon SIM. Peserta menjawab soal secara digital di meja kursi yang disiapkan panitia.

Selanjutnya, peserta ujian SIM C wajib mengikuti ujian praktek. Yaitu mengendarai sepeda motor melintasi jalan sempit yang dibatasi dengan marka garis putih dan tongkat kayu. Jarak marka/tongkat kayu di kiri dan kanan hanya selebar sekitar 50 cm.

Diteruskan melintasi marka jalan berbentuk melingkar seperti angka delapan sebanyak tiga kali putaran, diteruskan melintasi jalan berkelok kelok dengan cara zig-zag yang dibatasi oleh tongkat kayu. Jarak satu tongkat dengan tongkat lain kurang lebih 1,5 meter sepanjang kira-kira 4 meter.

Kemudian dilanjutkan lagi menempuh jalan menikung dan sempit yang dibatasi oleh tongkat kayu. Apabila peserta ujian praktek menyentuh tongkat dan keluar dari marka jalan (garis putih) maka mengurangi nilai, semaikin banyak pelanggaran semakin berpeluang gagal.

Bagi yang gagal hanya bisa mengulang delapan hari kemudian. Jika kemudian gagal lagi, maka diberikan kesempatan 18 hari kemudian. Jika kali keduanya maka akan diberikan kesempatan untuk ketiga kalinya tiga bulan kedepan. (bagus@infowonogiri.com)

Related Post
comments powered by Disqus

Comment

Your email will not be displayed.