Selasa, 27 September 2016 / 24 Djulhijjah 1437
NEWS TICKER
Foto Pelajar Pose Seronok Beredar di Slogohimo »  Walah….Video Saru Oknum Guru SD Ada Tiga Versi »  Beredar Video saru Oknum Guru SD Lemahbang Kismantoro »  Ternyata Oknum Polisi dan Guru SD Yang Tertangkap Basah Selingkuh Di Videokan »  Siswa-Siswi SMAN 1 Baturetno Telanjang Di Sawah Digerebek »  Foto Seronok Pelajar Siswi SMP Beredar di Baturetno »  Ojo Di Tiru, Guru PNS SMPN 1 Weru Tertangkap Setubuhi Muridnya »  Walah…Oknum Polisi dan Guru Tertangkap Basah Mesum Di Tepi Sungai »  Bencana Alam : Tanah Longsor Di Kec.Giriwoyo »  70 anak remaja Ikuti Sunatan Masal »  Pabrik Jamu Mebutuhkan Ribuan Ton Empon Pertahun »  Ya Allah Anak SMP Jual Diri Sekali ‘Begituan’ Rp.10 Ribu »  Foto Skandal ” Ah – Uh ” Penyanyi Campursari Beredar Di Slogohimo »  Nita dan Atun Dua Biduan Panggung Lintas AKAP »  Akhirnya Pasangan Mesum Di Hutan Jati Donoloyo Terungkap »  Disiapkan 190 Armada Bus Untuk Mudik Gratis Lebaran Tahun 2013 »  Ini Pengakuannya Siswa-Siswi SMAN 1 Baturetno Yang Digrebeg »  Wisata Air Telaga Rowo Batuwarno Dibuka »  Pelajar Kepergok Bersetubuh Di Kamar Mandi Sekolah »  Lakalantas Di Ngadirojo : 1 Orang Meninggal Dunia & 2 Orang Luka Berat » 
 
Home » News » Gagal Ujian Praktek SIM C Diberi Kesempatan Mengulang
NEWS

Gagal Ujian Praktek SIM C Diberi Kesempatan Mengulang

Sabtu, 11 Februari 2012 / 18 Rabiul Uula 1433 - 3230 Kunjungan

infowonogiri.com-WONOGIRI-Kasatlantas Joeharno, mengemukakan bahwa kepemilikan SIM adalah bukti kompetisi seseorang dalam berkendara. Bicara soal kegagalan praktek. Kebanyakan pemohon berhasil melalui tahapan permohonan SIM. Yaitu tes kesehatan kir dokter, pengisian blanko data pribadi, membayar resi.

Tahap selanjutnya, juga banyak yang lulus ujian teori. Untuk pemohon SIM C ujian teori digelar masal antara 7-10 pemohon SIM. Peserta menjawab soal secara digital di meja kursi yang disiapkan panitia.

Selanjutnya, peserta ujian SIM C wajib mengikuti ujian praktek. Yaitu mengendarai sepeda motor melintasi jalan sempit yang dibatasi dengan marka garis putih dan tongkat kayu. Jarak marka/tongkat kayu di kiri dan kanan hanya selebar sekitar 50 cm.

Diteruskan melintasi marka jalan berbentuk melingkar seperti angka delapan sebanyak tiga kali putaran, diteruskan melintasi jalan berkelok kelok dengan cara zig-zag yang dibatasi oleh tongkat kayu. Jarak satu tongkat dengan tongkat lain kurang lebih 1,5 meter sepanjang kira-kira 4 meter.

Kemudian dilanjutkan lagi menempuh jalan menikung dan sempit yang dibatasi oleh tongkat kayu. Apabila peserta ujian praktek menyentuh tongkat dan keluar dari marka jalan (garis putih) maka mengurangi nilai, semaikin banyak pelanggaran semakin berpeluang gagal.

Bagi yang gagal hanya bisa mengulang delapan hari kemudian. Jika kemudian gagal lagi, maka diberikan kesempatan 18 hari kemudian. Jika kali keduanya maka akan diberikan kesempatan untuk ketiga kalinya tiga bulan kedepan. (bagus@infowonogiri.com)

Related Post
comments powered by Disqus

Comment

Your email will not be displayed.