Rabu, 2 September 2015 / 18 Djulqa'dah 1436
NEWS TICKER
Walah….Video Saru Oknum Guru SD Ada Tiga Versi »  Foto Pelajar Pose Seronok Beredar di Slogohimo »  Beredar Video saru Oknum Guru SD Lemahbang Kismantoro »  Ternyata Oknum Polisi dan Guru SD Yang Tertangkap Basah Selingkuh Di Videokan »  Walah…Oknum Polisi dan Guru Tertangkap Basah Mesum Di Tepi Sungai »  Foto Seronok Pelajar Siswi SMP Beredar di Baturetno »  70 anak remaja Ikuti Sunatan Masal »  Nita dan Atun Dua Biduan Panggung Lintas AKAP »  Disiapkan 190 Armada Bus Untuk Mudik Gratis Lebaran Tahun 2013 »  Bencana Alam : Tanah Longsor Di Kec.Giriwoyo »  Ojo Di Tiru, Guru PNS SMPN 1 Weru Tertangkap Setubuhi Muridnya »  Akhirnya Pasangan Mesum Di Hutan Jati Donoloyo Terungkap »  Foto Skandal ” Ah – Uh ” Penyanyi Campursari Beredar Di Slogohimo »  Pabrik Jamu Mebutuhkan Ribuan Ton Empon Pertahun »  Heboh! Diduga Foto Bugil Kapolsek, Bikin Gempar Wonogiri »  Lakalantas Di Ngadirojo : 1 Orang Meninggal Dunia & 2 Orang Luka Berat »  Hebohnya Penggerebegan Adegan Pasangan Selingkuh Di Hutan Donoloyo »  Lagi Mesum, Pasangan Selingkuh Digrebek Warga »  Tak Kuat Jadi Wakil Rakyat, Anggota Fraksi PKS DPRD Wonogiri Pilih Mundur »  Jemani Mulai Menggeliat Lagi » 
 
Home » News » Pangdam Tanyakan Kalau Masuk TNI Bayarnya Kemana
NEWS

Pangdam Tanyakan Kalau Masuk TNI Bayarnya Kemana

Kamis, 17 November 2011 / 20 Djulhijjah 1432 - 236 Kunjungan

infowonogiri.com-WONOGIRI-Di lingkungan masyarakat masih sering terdengar kabar, bahwa untuk bisa masuk menjadi anggota TNI harus membayar dengan sejumlah uang. “Betul ada?” ujar Pangdam IV Diponegoro Jawa Tengah Mayjen Ir. Mulhim Asyrof bernada tanya di hadapan pasukan TNI dan PNS Kodim 0728 Wonogiri, Kamis (17/11) di Giri Wahana Wonogiri.

Serempak pasukan berseragam PDH hijau hijau itu menjawab benar. Bahwa di Wonogiri masih sering terdengar masuk menjadi anggota TNI harus membayar sejumlah uang. Karena itu, Pangdam berpesan agar, -jika mendengar kabar seperti itu- tugas Anggota TNI adalah melacaknya. Siapa yang berbicara, kemana membayarnya.

“Tolong dicari kemana mbayarnya, alamatnya mana. Ke Pak Lurah atau ke Pangdam? Cari alamatnya, jangan jangan alamatnya palsu.” Ujarnya disambut tertawa hadirin. Intinya, Panglima mengajak agar seluruh pasukan menjaga image positif. Pada tahun 2012 tidak ada lagi suara minor, yang menyebutkan menjadi tentara harus membayar uang.

Pesan lain, Ia ingin anggotanya disiplin bertugas. Sebab Negara telah memberikan renumerasi (tunjangan kerja), meski baru 32 %. Bagi anggota bermasalah apalagi melanggar disiplin dan pidana maka renumerasinya layak dipotong atau tidak diberikan sama sekali. “Itu adalah hak Dandim untuk mengusulkan agar renumerasi dicabut atau dikurangi,”.

Pesan lainnya lagi, ia ingin menanamkan tugas dan tanggung jawabnya dikerjakan dengan ikhlas. Tidak perlu menggerutu, ngedumel apalagi merasa terpaksa. Sebab mengerjakan tugas yang didasari dengan rasa terpaksa akan menjadi sia-sia. Padahal waktu tenaga dan biaya yang dibutuhkan dalam bertugas sama saja, baik karena ikhlas maupun terpaksa.

“Anda disuruh menata batu di jalan sepanjang satu kilometer didasari dengan mengggerutu, waktu yang dibutuhkan 21 hari. Anda mengerjakan dengan ikhlas juga butuh waktu selama 21 hari. Pilih mana, ikhlas atau terpaksa? Kalau saudara ikhlas itu menjadi amal jariah. Tapi kalau terpaksa, pekerjaanmu menjadi sia-sia,” ujarnya.

Asal tahu, Ir Mulhim Asyrof hadir ke Wonogiri untuk kali pertamanya, sejak bertugas menjadi Pangdam IV Diponegoro. Kehadiran panglima disambut Dandim Letkol Inv Murjoko, Bupati Wonogiri H. Danar Rahmanto, Kapolres Wonogiri  AKBP Ni Ketut Swastika SIK, Kajari Sukaryo SH.MH, Ketua Pengadilan Negeri Wonogiri. (bagus@infowonogiri.com)

Related Post
comments powered by Disqus

Comment

Your email will not be displayed.