Sabtu, 4 Juli 2015
NEWS TICKER
Walah….Video Saru Oknum Guru SD Ada Tiga Versi »  Foto Pelajar Pose Seronok Beredar di Slogohimo »  Beredar Video saru Oknum Guru SD Lemahbang Kismantoro »  Ternyata Oknum Polisi dan Guru SD Yang Tertangkap Basah Selingkuh Di Videokan »  Walah…Oknum Polisi dan Guru Tertangkap Basah Mesum Di Tepi Sungai »  Foto Seronok Pelajar Siswi SMP Beredar di Baturetno »  70 anak remaja Ikuti Sunatan Masal »  Nita dan Atun Dua Biduan Panggung Lintas AKAP »  Disiapkan 190 Armada Bus Untuk Mudik Gratis Lebaran Tahun 2013 »  Bencana Alam : Tanah Longsor Di Kec.Giriwoyo »  Ojo Di Tiru, Guru PNS SMPN 1 Weru Tertangkap Setubuhi Muridnya »  Akhirnya Pasangan Mesum Di Hutan Jati Donoloyo Terungkap »  Foto Skandal ” Ah – Uh ” Penyanyi Campursari Beredar Di Slogohimo »  Heboh! Diduga Foto Bugil Kapolsek, Bikin Gempar Wonogiri »  Pabrik Jamu Mebutuhkan Ribuan Ton Empon Pertahun »  Lakalantas Di Ngadirojo : 1 Orang Meninggal Dunia & 2 Orang Luka Berat »  Hebohnya Penggerebegan Adegan Pasangan Selingkuh Di Hutan Donoloyo »  Lagi Mesum, Pasangan Selingkuh Digrebek Warga »  Jemani Mulai Menggeliat Lagi »  Tak Kuat Jadi Wakil Rakyat, Anggota Fraksi PKS DPRD Wonogiri Pilih Mundur » 
 
Home » News » Gerakan Moral Koin Peduli Korban Ubi Sambung
NEWS

Gerakan Moral Koin Peduli Korban Ubi Sambung

Sabtu, 23 Oktober 2010 - 124 Kunjungan

GGLINK-NEWS-WONOGIRI-Vonis 1 tahun pidana penjara dan denda Rp.50 juta terhadap tujuh PNS terdakwa kasus pidana korupsi ubi sambung mengundang keprihatinan kalangan PNS di Lingkungan Sekda Pemda Wonogiri. Sabtu (23/10/10) sejumlah PNS keliling membawa kardus kotak amal bertuliskan Gerakan Moral Peduli Ubi Sambung (GM-PUS) ke kantor, badan dan bagian Lingkungan Setda Wonogiri.

Mereka bermaksud mengajak dan menggugah kepedulian PNS yang lain untuk menyumbangkan uang logam (koin) ke kotak amal GM-PUS. Rencananya kotak amal GM-PUS tersebut akan diedarkan ke seluruh Kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) se Pemda Wonogiri yang berjumlah 31.

“Ini untuk menggungah solidaritas PNS. Terutama para-para (pimpinan), anak buahnya disidang sampai divonis tidak ada pimpinan yang pernah menjenguk atau mendampingi. Gur cul culan ngono kae. Yang ada Cuma kasi kabag,” ujar salah satu staf PNS yang turut keliling mider kotak amal GM-PUS.

Tidak hanya ke SKPD, bahkan mereka berencana mengetuk hati para wakil rakyat dan pejabat yudikatif (Kejaksaan dan Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, Kepolisian) dengan mengedarkan kotak GM-PUS ke kantornya masing masing. Agar mereka turut menyumbangkan uang logamnya dari kantong pribadi setiap pegawai, bukan dari kas APBD.

“Seperti apa kepedelian mereka. Terketuk hatinya atau tidak. Jangan jangan mereka sudah buta, buta mata hatinya?,” tambah PNS bernada tanya namun nandes. “Pimpinan selama ini eneke gur nesoni. Padahal belum tentu memarahi pada hal yang benar,” tambahnya lagi.

Setelah terkumpul, koin hasil sumbangan yang didapatkan –berapapun jumlahnya- akan disumbangkan ke tujuh PNS terpidana korupsi ubi sambung. Dengan maksud untuk membantu meringankan para terdakwa membayar denda Rp.50 juta yang dijatuhkan majlis hakim.

Sekedar tahu, ke tujuh terpidana PNS itu adalah hanyalah staf biasa bukan pemutus kebijakan. Sementara para pemimpin pengambil kebijakan justru tidak tersentuh hukum.
Ke tujuh PNS itu adalah Marjuki (53) asal Klaten Kabid Holtikultura DPPH, Dwi Retnaningsih (38) asal Karanganyar Kasubid Penguatan Kelembagaan dan Jaringan Program BKBKSPP, Tabri Karyanto (48) asal Wonogiri Kasi Pengembangan SDM KIP DPPH, Samsu Zaman (47) asal Sukoharjo staf DPPH. Lalu, Heruning Sedyoko (49) asal Wonogiri Kabid Akutansi DPPKAD, Gimin SIP (45) Wonogiri staf DPPKAD dan Suampera (42) asal Boyolali PNS staf Bagian Pembangunan.


Mereka divonis pidana selama 1 tahun penjara dan denda Rp.50 juta. Mereka menyatakan piker piker. Dengan demikian saat ini mereka berstatus sebagai tahanan kota atau belum ditahan. Sambil menunggu keputusan tetap (ingkrah). (bsr)

Related Post
comments powered by Disqus

Comment

Your email will not be displayed.